Busana Adat Warnai Peringatan Hari Jadi Sulsel di Bulukumba

id bulukumba, hut ke-348 sulsel, pakaian adat

Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto memakai pakaian adat Tanah Toa Kajang saat bertindak sebagai inspektur upacara peringatan hari jadi ke-348 Sulsel di Bulukumba, Kamis (19/10). (FOTO/Syamsurya Pratama)

Bulukumba (Antara Sulsel) - Busana adat mewarnai upacara peringatan hari jadi ke-348 Provinsi Sulawesi Selatan lingkup Kabupaten Bulukumba di halaman Kantor Bupati Bulukumba, Kamis.

Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto yang bertindak selaku inspektur upacara memakai pakaian adat khas Tana Toa Kajang yaitu jas tutup warna hitam yang dipadu sarung Kajang dan penutup kepala Passapu, sementara peserta upacara yang terdiri dari PNS, instansi vertikal, BUMN dan BUMD, pakaiannya didominasi busana Bugis Makassar.

"Dengan Hari hari jadi Ke-348  Sulawesi Selatan mengokohkan diri menjadi provinsi yang maju, mandiri, modern dalam kebersamaan. Tema ini mempertegas sekaligus memperteguh kembali komitmen kita, bahwa sinergi dan kebersamaan merupakan kunci utama dari tercapainya keberhasilan yang kita cita-citakan bersama," kata Tomy membacakan sambutan seragam Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Wakil Bupati Bulukumba mengatakan, peringatan hari jadi bukanlah rutinitas seremonial belaka, tapi didalamnya mengandung makna dan hakikat yang lebih dalam.

Selain itu, kata Tomy Satria,  SYL mengklaim berbagai kemajuan dan prestasi yang diraih provinsi ini dalam kurun waktu 9 tahun, sepertin opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diraih dalam 7 tahun berturut-turut.

"Pertumbuhan ekonomi dalam 5 tahun terakhir selalu berada diatas 7,4 persen, bahkan ketika Provinsi lain mengalami perlambatan ekonomi, justru Sulsel  pertumbuhan ekonominya malah meningkat dan berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional, pengangguran terbuka pada Februari 2017 telah berhasil diturunkan menjadi 4,77 persen, lebih rendah dari angka pengangguran Nasional sebesar 5,33 persen," ujarnya.

Sementara angka kemiskinan di Sulsel pada 2016 tercatat 9,38 persen, lebih rendah dibandingkan angka kemiskinan nasional yang berada pada 10,04 Persen; dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari peringkat 23 pada tahun 2008, beranjak ke posisi 14 secara nasional pada tahun 2016 dengan capaian sebesar 69,76.

"Sulsel semakin mandiri dengan  stok beras 2,4 juta ton  yang mensuplai kebutuhan beras 17 provinsi, produksi jagung sebesar 2,21 juta ton  yang menjadi subtitusi Jagung impor," kata Tomy.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar