
Bupati Gowa Beri Penghargaan Tiga Pemuda Berprestasi

Sungguminasa (Antara Sulsel) - Bupati Gowa, Sulawesi Selatan, Adnan Purichta Ichsan memberikan penghargaan kepada tiga pemuda berprestasi sehingga berkontribusi dalam membawa nama daerah di kancah nasional.
"Pada peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober dengan semangat Sumpah Pemuda, ada tiga pemuda dari Gowa yang punya prestasi gemilang dan layak mendapatkan penghargaan dari pemerintah," ujar Adnan Purichta Ichsan di Gowa, Senin.
Ketiga pemuda itu adalah Saddam Husain dari Bajeng yang menjadi Duta Pemuda Kreatif Indonesia tingkat nasional tahun 2017 bidang radio dan televisi, yang diberikan oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Kemudian, Jamaluddin dari Tombolopao yang merupakan pemuda berprestasi tingkat nasional tahun 2017 pada bidang pendidikan dengan karya menghapus buta huruf melalui rumah koran dan mendapat julukan "Sang Pencerdas Anak Petani Dari Gowa" yang dilaksanakan oleh Astra Internasional dalam acara Satu Indonesia Award 2017, Inspirasi 60 Tahun Astra.
Ketiga yakni Akbar Ilham asal Bontonompo, pemuda kreatif di bidang pertanian yang memelopori dan mengembangkan varietas benih padi unggul dengan tenaga nuklir.
Penemuannya mampu meningkatkan produksi pertanian hingga 100 persen, bahkan lebih. Penemuan itu mendapat pengakuan dari Badan Tenaga Nuklir Nasional serta pernah menjadi narasumber di kegiatan International Conference on The IAEA Technical Cooperation Program di Wina, Austria.
Selain penyerahan penghargaan itu, bupati juga membacakan sambutan tertulis dari Menpora Imam Nahrawi yang menyatakan 89 tahun lalu tepatnya tanggal 28 Oktober 1928, sebanyak 71 pemuda dari seluruh penjuru Tanah Air, berkumpul di sebuah gedung di Jalan Kramat Raya, daerah Kwitang, Jakarta. Mereka mengikrarkan diri sebagai Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa.
"Sumpah pemuda yang dibacakan di arena Kongres Ke-2 Pemuda dihadiri oleh pemuda lintas suku, agama dan daerah, yang jika kita membaca dokumen sejarah kongres pemuda ke-2, kita akan menemukan daftar panitia dan peserta kongres,yang berasal dari pulau-pulau terjauh Indonesia yang secara imaginatif sulit rasanya membayangkan mereka dapat bertemu dengan mudah," ungkapnya.
Mantan Anggota DPRD Sulsel dua periode itu menambahkan sebagai generasi penerus patut bersyukur atas sumbangsih para pemuda Indonesia yang sudah melahirkan Sumpah Pemuda.
"Langkah-langkah dan keberanian mereka hingga mampu menorehkan sejarah emas patut kita teladani, karena era saat ini sarana dan prasarana yang sangat mudah justru lebih sering berselisih paham, mudah sekali memvonis orang, mudah terpecah belah, saling mengutuk serta menebar fitnah," ungkapnya di hadapan peserta upacara.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
