
Polda Sulsel Siapkan Kendaraan Angkut Penumpang Terlantar

Makassar (Antara Sulsel) - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menyiapkan beberapa kendaraannya seperti bus dan truk pengendali massa (dalmas) untuk mengangkut para penumpang yang ditelantarkan para sopir angkutan umum.
"Kita tetap `standby` kendaraan kita. Begitu dapat informasi banyak penumpang terlantar, kita langsung angkut dan antar ke rumah masing-masing," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani di Makassar, Rabu.
Ia mengatakan para pengemudi angkutan umum dalam kota (angkot), becak motor (bentor) dan taksi di Kota Makassar melakukan unjuk rasa dan mogok beroperasi karena terkait maraknya angkutan dalam jaringan (online).
Tiga moda transportasi umum yang ada di Makassar itu bersepakat melakukan protes di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan dan mereka akan mogok beroperasi dalam batas waktu yang belum ditentukan.
Sondani mengatakan para sopir tersebut juga menahan sejumlah angkutan umum lainnya yang sudah terlanjur mengambil penumpang dan memintanya agar menurunkan semua penumpangnya itu sebagai bentuk solidaritas.
"Pokoknya kami terus monitor. Anggota polisi sudah tersebar di jalanan dan kita berkomunikasi melalui HT (handy talky), kalau ada warga butuh bantuan, kita akan bantu antarkan ke rumahnya," katanya.
Aksi ratusan sopir angkot bersama pengemudi bentor hari ini memblokade Jalan Urip Sumoharjo tepat di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, sebagai bentuk protes terhadap pemberlakuan Peraturan Pemerintah Nomor 108 tahun 2017 yang masih memberikan ruang kepada angkutan online beroperasi di Makassar.
Akibat blokade jalan tersebut, kemacetan tidak terhindarkan dan ratusan kendaraan di sepanjang poros Jalan Urip Sumoharjo - Jl Perintis Kemerdekaan tidak bisa bergerak dan terlihat padat merayap dalam kondisi panas terik sinar matahari.
Kemacetan ini berlangsung sejak pukul 11.30-14.00 Wita dan beberapa pengguna kendaraan juga tampak kesal atas dampak dari aksi demonstran karena sudah terlalu lama terjebak di jalan itu.
Para demonstran itu juga beraksi di jalan sambil menahan mobil yang dianggap taksi online, bahkan ada satu mobil tersebut mengalami kerusakan akibat memaksa menerobos blokade massa tersebut.
"Kami tetap komitmen menuntut agar segera menghentikan operasional taksi online karena mematikan sumber pendapatan kami selama ini," papar salah seorang demonstran Syarifuddin.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
