Artis D'Akademi Ati Kodong Meriahkan Festival Pinisi 2017

Pewarta : id bulukumba, festival pinisi, ati kodong

Penyanyi dangdut Ati Kodong menghibur warga dan Pemkab Bulukumba bersatu pada semarak Festival Pinisi ke-8 di Kabupaten Bulukumba, Jumat (3/11). (FOTO/Syamsurya Pratama)

Bulukumba (Antara Sulsel) - Penyanyi dangdut jebolan D'Akademy Ati Kodong menghibur ratusan warga dan  Pemerintah Kabupaten Bulukumba bersatu dengan berjoget bersama dalam semarak Festival Pinisi ke-8 di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Panitia pelaksana Festival Pinisi ke-8 Andi Ayatullah Ahmad di Bulukumba, Jumat, mengatakan penyanyi bertubuh tambun ini, mengaku baru pertama kali ke Bira.

"Dia tidak akan menginjakkan kakinya ke tempat wisata pasir putih Bira jika tidak menjadi penyanyi dangdut. Namun dengan modal nekat uang Rp200 ribu dia beranikan diri untuk mengikuti audisi di Makassar dan keluar menjadi juara dua D' Akademy 1," kata Andi Ayatullah.

Penyanyi asal Kabupaten Kepulauan Selayar ini menghibur ratusan penonton dengan menyanyikan lima lagu dangdut, kekonyolan dan suaranya yang merdu berhasil menyihir penonton ikut bergoyang.

"Tidak gemukka nach, seksika, Brimob pacarku anu," ucapnya saat dicibir oleh host D'Juku.

"Seruna, undangka lagi pak bupati, atau jadikankan duta wisatanya Bulukumba, tapi haruspi sesuai bajetna nah," ujar Ati yang di sambut tawa dari penonton.

Selain Ati, artis Ayu dan Lidya KDI juga tampil menghibur pada kegiatan ini, dengan mengajak Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkorpimda) Bulukumba ikut bergoyang seperti Kejari Bulukumba Muh Ihsan, Kapolres AKBP Anggi Naulipar Siregar, Dandim 1411 Letkol Arm Sutikno serta, Ketua DPRD A. Hamzah Pangki, tanpa terkecuali Bupati Bulukumba  AM Sukri Sappewali dan Wakilnya Tomy Satria Yulianto.

Salah satu Warga, Mahmud mengatakan senang dengan Festival Pinisi 2017 ini, karena kegiatanya tidak hanya sekedar hiburan semata namun menyajikan adat istiadat masyarakat Bulukumba.

"Baguski pak, karena banyak acaranya, yang beginimi nacari wisatawanka," ujar Mahmud.
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar