Kadishub : Biak Belum Butuh Operasi Taksi Online

id dishub biak numfor, taksi online

Ilustrasi (Istimewa)

Biak (Antara Sulsel) - Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Biak Numfor, Papua Otto P Wanggai mengakui wilayah Biak sekitarnya belum membutuhkan kehadiran operasional taksi online karena kebutuhan transportasi lokal masih dominan angkutan umum.

"Dinas Perhubungan Biak belum menerima pengajuan izin taksi online dari perusahaan manapun, ya saat ini pelayanan transportasi darat masih menggunakan angkutan umum dalam kota dan antar pedesaan," ungkap Kadishub Biak Otto Wanggai dihubungi di Biak, Minggu menanggapi pelayanan transporasi umum taksi online.

Ia mengatakan untuk menangani kebutuhan angkutan bagi warga Biak tujuan dalam kota dan antar pedesaan masih dapat dilayani kendaraan angkutan umum yang jumlahnya mencapai 400 hingga 500-an kendaraan angkutan dengan berbagai jurusan.

Kadishub Otto Wanggai mengharapkan selama kebutuhan angkutan warga lokal dapat diatasi dengan angkutan umum dalam kota maka kehadiran taksi online di Biak belum mendesak.

"Jajaran Dinas Perhubungan Biak belum pernah memperoleh permintaan pengajuan izin taksi online dari operator perusahaan manapun," ungkapnya.

Kadishub Otto Wanggai mengatakan selama pelayanan angkutan umum dalam kota dan antar pedesaan masih lancar maka tidak perlu adanya kehadiran taksi dalam jaringan online.

Otto Wanggai mengakui permintaan pelayanan angkutan umum di wilayah Kabupaten Biak Numfor tetap mengacu kepada peraturan daerah dan keputusan Menteri Perhubungan RI terkait dengan izin operasional pelayanan angkutan umum untuk masyarakat.

"Dari pengamatan Dinas Perhubungan jumlah angkutan umum yang dimiliki Biak masih cukup mengatasi kebutuhan transportasi warga tujuan dalam kota dan antar pedesaan," ujarya.

Berdasarkan data pelayanan angkutan dalam kota warga Biak dengan tujuan rute terminal Biak-Samofa dan Biak-Ridge serta Biak-Ambroben-Biak-Inggiri dan Biak-Yendidori masih dilayani angkutan umum mencapai 400-an unit. 
Pewarta :
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar