BPJS Ketenagakerjaan Gelar Lomba Journalistic Award 2017

id irvansyah utoh banja, kepala divisi komunikasi bpjs ketenagakerjaan, jurnalistik award

BPJS Ketenagakerjaan Gelar Lomba Journalistic Award 2017

BPJS Ketenagakerjaan (ist)

Penyelenggaraan lomba ini sebagai bentuk apresiasi BPJS Ketenagakerjaan atas kerja sama yang baik dalam mendukung publikasi program dan kegiatan serta aksi BPJS Ketenagakerjaan,"
Makassar (Antara Sulsel) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menggelar lomba karya tulis Journalistic Award 2017" yang mengusung tema "40 Tahun BPJS Ketenagakerjaan untuk Semua".

"Kegiatan ini sebagai informasi dan sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan yang dinilai sangat penting untuk memberikan edukasi dan citra institusi yang positif pada persepsi publik," kata Kepala Divisi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan, Irvansyah Utoh Banja melalui surat elektroniknya di Makassar, Senin.

Menurut dia, pembentukan edukasi dan citra positif suatu institusi akan sulit dicapai, jika tidak ada sinergi yang baik dengan berbagai pihak.

Karena itu, melalui karya jurnalistik akan menjadi salah satu cara untuk memberikan gambaran yang tepat kepada publik untuk menumbuhkan citra yang positif dan menyampaikan dalam bentuk tulisan program atau kegiatan institusi yang sedang dilakukan.

Dengan semangat untuk memperkuat kerja sama dengan stakeholders, BPJS Ketenagakerjaan mengadakan lomba khusus bagi para jurnalis dengan total hadiah Rp82,5 juta. Panitia juga akan memberikan apresiasi pada peserta yang naskahnya lolos dalam penjurian tahap awal.

"Penyelenggaraan lomba ini sebagai bentuk apresiasi BPJS Ketenagakerjaan atas kerja sama yang baik dalam mendukung publikasi program dan kegiatan serta aksi BPJS Ketenagakerjaan," kata Kepala Divisi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan, Irvansyah Utoh Banja di Jakarta.

Dari tema besar yang diusung pada kegiatan ini, terdapat lima subtema yang dapat menjadi pilihan calon peserta lomba yakni Digitalisasi 4 (empat) Program BPJS Ketenagakerjaan, Program GN Lingkaran (Gerakan Nasional Peduli Perlindungan Pekerja Rentan, Perlindungan Jaminan Sosial Bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), Perluasan Kepesertaan dan Kesejahteraan Setelah Pensiun.

Utoh mengatakan, dalam 40 tahun mengabdi, BPJS Ketenagakerjaan terus berbenah dan bekerja dengan penuh dedikasi dan profesionalitas yang tinggi.

"Sejalan dengan perkembangan era digital yang masif, maka bentuk sosialisasi penyampaian informasi program dan pelayanan kepada peserta sudah dilakukan secara digital," katanya.

Sebagai bentuk penguatan dan target perluasan kepesertaan, lanjut dia, BPJS Ketenagakerjaan meluncurkan program-program yang adaptif dengan kebutuhan masyarakat luas seperti Gerakan Nasional Lingkaran.

"Bisa dibilang bahwa program ini kental nuansa humanis karena unsur pedulinya sangat tinggi," ujar Utoh.

Belum lama ini pun BPJS Ketenagakerjaan dipercaya oleh pemerintah untuk mengelola jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja migran indonesia (PMI) yang bekerja di luar negeri untuk saat ini dan seterusnya.

PMI atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) merupakan salah satu jenis pekerjaan yang berdampak besar terhadap pemasukan devisa, maka tidak heran jika para TKI ini diberikan julukan yang istimewa, sebagai pejuang devisa.

Julukan istimewa tersebut tentunya harus disertai dengan perlindungan atas pemenuhan hak-hak para TKI oleh pemerintah yang berujung pada kesejahteraan para TKI dan keluarganya. Jaminan sosial merupakan salah satu bentuk perwujudan perlindungan bagi seluruh rakyat Indonesia yang diberikan oleh negara.

Bagi BPJS Ketenagakerjaan karya tulis yang baik dan sesuai dengan tema perlombaan tidak bisa didapatkan dengan singkat, membutuhkan waktu dan pemahaman substansi yang utuh.

"Oleh karena itu butuh kesiapan dan penguasaan materi yang lebih dari cukup agar karya tulis yang dilombakan memiliki bobot dan kualitas yang sesuai dengan harapan BPJS Ketenagakerjaan," kata Utoh.

Bagi para peserta lomba untuk kategori wartawan media cetak dan online hasil tulisan dimuat di media masing-masing antara 01 Nopember 2017 sampai dengan 18 Desember 2017, di media cetak dan media online (bukti dilampirkan).

Persyaratan tulisan minimal 3.000 karakter, belum pernah dilombakan dan bukan tulisan pariwara (advetorial). Persyaratan khusus Kartu Pers dan bukti pemuatan tulisan di media (untuk wartawan). Sedang persyaratan peserta umum: copy Kartu Tanda Penduduk, menyerahkan hard copy via email dan soft copy. 
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar