Awal 2010 Prodi Keperawatan Uncen Jadi Fakultas

id

Jayapura (ANTARA Sulsel) - Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen) Prof Dr Berth Kambuaya MBA mengatakan, pada awal tahun 2010 mendatang, Program Pendidikan (Prodi) Keperawatan Uncen akan dinaikan statusnya menjadi fakultas.

"Jika sudah terwujud nanti, maka untuk pilihan program studi kesehatan Uncen sudah lengkap, dan semuanya telah berstatus fakultas," kata Berth, di Jayapura, Kamis.

Ia menjelaskan, saat ini Uncen selalu berbenah diri dengan berusaha menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) di Papua yang berkualitas guna membangun provinsi dengan status otonomi khusus itu.

"Sebagai Universitas Tertua di Papua, Uncen sudah banyak menghasilkan lulusan yang saat ini menduduki jabatan strategis di pemerintahan Papua maupun non pemerintahan, dan kita telah bertekad untuk lebih banyak lagi menghasilkan lulusan dengan SDM yang berkualitas," ujarnya.

Rektor juga menambahkan, saat ini Uncen telah memiliki prodi kesehatan yang lengkap karena telah memiliki Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Fakultas Kedokteran dan ada juga program studi keperawatan.

Ia menjelaskan semakin lengkapnya pilihan program atau bidang studi kesehatan yang ada di Uncen merupakan bentuk komitmen universitas tertua di Papua untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang berkualitas.

"Ini salah satu komitmen Uncen dalam hal meningkatkan kesehatan masyarakat di Papua," kata Kambuaya.

Menyinggung soal kompetensi tenaga pengajar di Uncen, terutama pada program kesehatan ini, Berth menerangkan bahwa, pihaknya sudah mempunyai tenaga pengajar yang berkualitas bahkan ada yang spesialis.

"Yang menjadi persoalan adalah masih kurangngya laboratorium praktek, khususnya bagi Fakltas Kedokteran, sehingga para calon dokter terpaksa harus melakukan praktek di luar Papua, yakni di beberapa universitas yang menjadi mitra kerjasama Uncen," katanya.

Ia mengungkapkan, Uncen banyak bekerja sama dengan beberapa universitas ternama di luar Papua, seperti Universitas Indonesia, Universitas Sam Ratulangi , Universitas Hasanudin, serta Universitas Airlangga.

"Kami masih mengharap bantuan dari Pemerintah Provinsi Papua, dan dari semua pihak karena masih banyak fasilitas, seperti laboratorium yang kita belum punya," paparnya.
(T.PSO-126/B013)

Komentar