Bantaeng, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Pengembangan Penerapan Standarisasi Desa Wisata di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, mulai disosialisasikan.

Kegiatan yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bantaeng tersebut dilakukan di Desa Bontolojong, Kecamatan Ulu Ere, Kamis.

Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah berharap, masyarakat mengantisipasi pengembangan daerah ini menjadi kawasan wisata agro agar menjadi andalan Sulsel, selain wisata alam Kota Dingin Malino yang sudah dikenal selama ini.

Untuk menunjang rencana tersebut, Pemerintah Pusat mengalokasikan dana sebesar Rp45 miliar untuk pengembangan jalan. Selain itu, juga akan terus dikembangkan pengadaan bibit apel dan strawberry serta pengembangan bunga sepanjang jalan.

Di Kecamatan Sinoa juga diharapkan menjadi penyangga dengan menyiapkan berbagai jenis buah yang dapat menarik pengunjung dan perjalanan tidak membosankan, jelas Bupati yang berharap masyarakat bersungguh-sungguh memberikan dukungan untuk mewujudkan Ulu Ere menjadi kawasan wisata agro.

Bupati Bantaeng juga mengemukakan rencana pembangunan pasar moderen untuk menunjang wisata belanja di kawasan itu sebab untuk membangun kawasan wisata diperlukan infrastruktur.

Bupati kemudian mengajak masyarakat untuk bersatu melakukan tudang sipulung merencanakan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Salah satu yang mendesak adalah pengadaan air untuk pertanian dan air bersih.

Bupati juga mengemukakan rencana pembenahan sistem transportasi yang selama ini masih menggunakan kendaraan bak terbuka. Untuk hal ini, Bupati Bantaeng minta dilakukan sosialisasi agar tidak terjadi persaingan tidak sehat.

Kapolres Bantaeng AKBP Turman Siregar mengemukakan pentingnya menjaga keamanan untuk menunjang kawasan wisata.

"Ini menjadi kewajiban kita semua untuk memberikan pelayanan kepada tamu yang akan berkunjung ke Ulu Ere," ujarnya.

Menurut Kapolres, aspek keamanan sangat menentukan untuk mengajak orang berkunjung karena ini akan menjadi promosi dari mulut ke mulut bagi orang yang penah berkunjung ke lokasi.

"Polisi memang ada, tapi tanpa peran serta masyarakat, kehadiran Polisi tak ada artinya sebab orang yang akan datang mau bersenang-senang," urainya sembari memberi contoh kasus bom Bali yang menyebabkan penurunan kunjungan wisatawan hingga 40 persen.

Mengenai kendaraan bak terbuka yang selama ini dijadikan fasilitas transportasi masyarakat, Kapolres mengatakan, tidak memenuhi syarat dan bila terjadi kecelakaan, perusahaan asuransi tak mau menanggung.

Turman Siregar berharap masyarakat dapat menggalakkan budaya lokal yang dapat mencegah perbuatan salah, terutama pencurian.

"Biasanya, masyarakat lebih takut dengan sanksi hukum tak tertulis dibanding Polisi," tandasnya.

(T.PSO-099/F003)

Pewarta :
Editor :