Sanksi Laga Tanpa Penonton Yang Bermakna Ganda

Pewarta : id psm makassar, sanksi, laga tanpa penonton, liga 1

Ilustrasi-Pertandingan sepak bola tanpa penonton (ANTARA FOTO/Arief Priyono)

Makassar (Antara Sulsel) - Kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia, yakni Liga 1, sudah memasuki pekan terakhir. Bahkan, sejumlah tim telah merampungkan jadwal pertandingan mereka di ajang yang resmi dimulai 15 April 2017 itu.

Begitupun dengan Tim PSM Makassar yang juga menjalankan pertandingan terakhirnya dengan menjamu Madura United di Stadion Gelora Andi Mattalatta Mattoanging Makassar, Sulawesi Selatan, pada 12 November 2017.

Untuk pertandingan terakhir tersebut, memang tidak hanya menjadi fokus karena merupakan laga pamungkas untuk memperebutkan posisi ketiga klasemen akhir bagi kedua tim.

Namun, di balik itu juga tersimpan sebuah kenyataan bahwa laga tersebut kemungkinan ada yang belum disepakati. Tentu bukan karena jadwal atau lainnya, namun terkait dengan sanksi larangan suporter memasuki stadion atau biasa disebut laga tanpa penonton.

Komisi Disiplin (Komdis) PSSI telah menjatuhkan sanksi bagi tim kebanggaan masyarakat Makassar dan Sulawesi Selatan itu, berupa larangan empat pertandingan kandang mereka di Stadion Andi Mattalatta Mattoanging disaksikan suporter fanatiknya.

Sesuai aturan, maka sanksi berlaku sepekan ke depan atau ketika menjamu Madura United pada laga terakhir atau pekan ke-34 Liga 1.

Sanksi yang dikeluarkan Komdis PSSI sebagai buntut dari kerusuhan yang terjadi saat pertandingan antara tuan rumah PSM dengan Bali United pada pekan ke-33 di tempat yang sama.

Selain rusuh akibat ulah suporter yang terprovokasi dan seakan tidak terima dengan kemenangan tim tamu 0-1 ketika itu, kondisi itu diperparah dengan sikap tidak sportif dan terkesan kekanak-kanakan oleh sejumlah ofisial, termasuk asisten pelatih PSM yang diketahui bernama Bahar Muharram.

Namun, belakangan larangan pertandingan dihadiri penonton yang harus dijalani PSM, justru diartikan berbeda, khususnya oleh pihak PSM, termasuk para pemain dan pelatih.

Seperti yang dilakukan Kapten PSM Makassar, Hamka Hamzah yang tetap mengajak para pendukung "Tim Juku Eja" itu untuk hadir dan memadati stadion kebanggaan Sulawesi Selatan tersebut.

Mantan kapten Arema Cronus itu, mengakui meski peluang PSM untuk juara sudah tertutup, para pemain akan tetap menampilkan kemampuan terbaik, sekaligus memberikan tontonan yang menghibur bagi suporter yang hadir.

"Kami sudah bertekad tampil dengan kemampuan terbaik untuk menghibur suporter setia PSM Makassar," kata Hamka.

Mantan pemain Pusamania Borneo FC itu, berharap pertandingan akan sama dengan pertandingan-pertandingan kandang PSM sebelumnya, yakni selalu dipenuhi para suporter yang memberikan dukungan maksimal untuk perjuangan mereka meraih kemenangan.

Jika melihat perkembangan yang terjadi di Makassar, Tim PSM Makassar sepertinya menilai jika laga tanpa penonton itu laga yang tetap bisa disaksikan suporter, namun tanpa membawa embel-embel atribut atau ciri khas tim tersebut.

Artinya, hanya datang untuk menyaksikan tanpa memberikan teriakan, yel-yel, suara-suara memotivasi, ataupun sejenisnya.

Sejumlah kalangan, baik pengamat sepak bola, media, maupun tim peliput PSM, juga memperbincangkan secara serius dan cukup alot terkait dengan kondisi itu.

Sebagian pihak menganggap laga tanpa penonton itu tidak boleh ada yang datang, kecuali tim pengamanan dan media.

Kondisi ini diperburuk dengan tidak adanya kejelasan atau ketegasan dari pihak komdis mengenai apa yang dimaksud dengan laga tanpa penonton yang harus dijalani Tim PSM Makassar.

Apalagi belakangan muncul kabar atau isu yang mengatakan jika sanksi itu belum berlaku di laga tersebut atau baru akan dilaksanakan pada musim depan.

Banding

Manajemen PSM Makassar langsung bereaksi cepat usai menerima surat resmi penetapan sanksi dari Komdis PSSI dengan melakukan atau melayangkan surat permintaan banding.

Keputusan banding itu juga sesuai dengan perintah dan rekomendasi CEO PT PSM Munafri Arifuddin.

PSM mengaku tidak terima dan berharap adanya keringanan hukuman dari yang telah diputuskan sebelumnya.

Sesuai dengan keputusan komdis maka ada enam jenis sanksi yang harus diterima tim kebanggaan masyarakat Makassar itu, mulai dari pemain, ofisial, asisten pelatih, suporter, hingga PSM sendiri sebagai sebuah tim, yakni yang pertama ditujukan kepada Panitia Pelaksana PSM Makassar.

Berdasarkan surat Nomor 124/L1/SK/KD-PSSI/X/2017, untuk jenis pelanggaran, yakni Suporter, ketua panitia pelaksana, ofisial melakukan pelemparan botol dan pemukulan. Akibat tindakan itu maka mendapatkan sanksi denda Rp75.000.000.

Selanjutnya, sanki terhadap pemain PSM Makassar, yakni Ferdinan Sinaga (125/L1/SK/KD-PSSI/X/2017) dengan jenis pelangggaran yang bersangkutan dinilai terbukti melakukan provokasi sehingga menyebabkan perkelahian. Adapun hukuman bagi mantan pemain Persib itu yakni sanksi larangan bermain dua kali dan denda Rp50.000.000.

Untuk sanksi ketiga, berlaku bagi suporter PSM Makassar (127/L1/SK/KD-PSSI/X/2017) dengan jenis pelanggaran memaksa masuk ruang ganti dan melempari jendela pemain lawan. Akibat ulahnya itu, maka mereka mendapatkan hukuman larangan memasuki stadion sebanyak empat kali.

Sanksi ke empat berlaku untuk PSM Makassar (128/L1/SK/KD-PSSI/X/2017) akibatn ofisial dan pemain PSM yang tidak teridentifikasi terlibat keributan yang selanjutnya dihukum denda harus membayar uang Rp50.000.000.

PSSI juga memberikan saksi kepada Ketua Pelaksana Pertandingan PSM Makassar, Ali Gauli (129/L1/SK/KD-PSSI/X/2017). Yang berangkutan dinilia terbukti melakukan pemukulan terhadap pemain Bali United. Sikapnya itu membuahkan sanksi larangan memasuki stadion selama enam bulan dan denda Rp20.000.000.

Sanksi terakhir ditujukan kepada Asisten Pelatih PSM Makassar, yakni Bahar Muharam (130/L1/SK/KD-PSSI/X/2017) yang juga melakukan tindakan buruk dengan menendang pemain Bali United sehingga diganjar hukuman larangan memasuki "bench" dan ruang ganti selama enam bulan.

"Jadi kami baru saja menerimanya (Komdis PSSI, red.). Sesuai kata CEO PT PSM, Munafri Arifuddin, kami akan lakukan banding," kata Media Officer PSM Makassar, Andi Widya Syadzwina.
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar