Gubernur: Perlambatan Ekonomi Tidak Pengaruhi Sektor Riil

id gubernur sulsel, ekonomi sulsel, sektor riil

Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (FOTO/Humas Pemprov Sulsel)

Makassar (Antara Sulsel) - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo mengatakan perlambatan pertumbuhan ekonomi Sulsel di Triwulan III 2017 tidak mempengaruhi sektor riil.

"Secara makro trennya memang agak melambat, tetapi ekonomi riil seperti ritel tidak menunjukkan tren seperti itu, misalnya pasar, dan mall tetap ramai," kata Syahrul yang ditemui di Makassar, Selasa.

Menurut Syahrul, perlambatan ekonomi Sulsel dipengaruhi oleh tren global, di mana negara-negara tujuan ekspor utama Sulsel cenderung menunda pembelian.

"Jadwal pembeliannya mundur, misalnya harusnya mereka beli pada Oktober, tapi sampai November belum ada pembelian," jelasnya.

Di sisi lain, kata dia, impor Sulsel khususnya mesin-mesin justru mengalami peningkatan signifikan sebagai dampak pelaksanaan sejumlah proyek besar di Sulsel.

"Antara lain Sukhoi, kincir angin, dan mesin-mesin yang digunakan untuk investasi ini juga mempengaruhi," ucapnya.

Syahrul juga tetap optimistis pertumbuhan ekonomi Sulsel akan semakin baik ke depan.

"Tentu saja itu membutuhkan waktu," tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel Nursam Salam mengatakan pertumbuhan ekonomi Sulsel pada pada triwulan III Tahun 2017 hanya sekitar 6,25 persen, lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016 yang berada pada angka 7,41 persen.

Meski demikian, lanjutnya, jika dilihat secara akumulatif dari triwulan I sampai triwulan III, pertumbuhan ekonomi Sulsel masih berada pada peringkat empat nasional.

Meski kinerja pertumbuhan ekonomi Sulsel sedikit menurun, kata dia, namun tetap saja angka pertumbuhan ini masih melampaui pencapaian nasional. Di mana pada triwulan tiga untuk nasional hanya mampu mencatatkan pertumbuhan pada angka 5,06 persen.
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar