BNN Sulbar Meringkus Enam Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

id narkoba, bnn sulbar

Empat pelaku pengedar narkoba seberat 2,75 kilogram sat ditangkap Tim Ditresnarkoba Polda Sulsel di Makassar, Sulsel pada Jumat malam, (25/11). (Foto dok tim Ditresnarkoba Polda Sulsel)

Mamuju (Antara Sulbar) - Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Barat meringkus enam pelaku penyalahgunaan narkoba dari berbagai tempat di daerah itu, termasuk dua tahanan yang menjadi DPO selama sembilan bulan yang ditangkap di Kota Samarinda, Kalimantan Timur .

Kepala BNN Provinsi Sulbar Brigjen Polisi Dedi Sutarya kepada wartawan di Mamuju, Selasa, mengatakan, keenam pelaku penyalahgunaan narkoba yang ditangkap pada periode Oktober hingga November 2017 itu, tiga orang merupakan tahanan yang kabur sejak Januari 2017, dua di antaranya ditangkap di Kota Samarinda, sementara satu orang ditangkap di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.

"Pengungkapan pelaku penyalahgunaan narkoba selama periode Oktober 2017 tersebut berkat dukungan dan partisipasi masyarakat. Tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat termasuk rekan-rekan wartawan, tentu pemberantasan narkoba tidak akan berhasil," ujar Dedi Sutarya.

Pengungkapan pertama, yakni penangkapan pelaku penyalahgunaan narkoba yang melarikan diri dari tahanan BNN sejak 24 Januari 2017.

Pelaku penyalahgunaan narkoba yang ditetapkan sebagai DPO (daftar pencarian orang) BNN Sulbar itu, yakni MT alias ACT (30) ditangkap di poros Majene-Polewali Mandar, pada 21 Oktober 2017 sekitar pukul 01. 00 Wita.

Hanya berselang tiga hari, personel BNN Provinsi Sulbar kembali menangkap dua DPO kasus narkoba yang melarikan diri sejak 24 Januari 2017.

Kedua DPO tersebut, yakni AH alias FS (37) dan BB (41), ditangkap di Kota Samarinda pada 24 Oktober 2017 di Kota Samarinda Kalimantan Timur.

"Penangkapan AH dan FS yang menjadi DPO selama sembilan bulan itu dilakukan atas kerjasama BNN Provinsi Sulbar dan BNN Provinsi Kaltim," kata Dedi Sutarya.

Pada 31 Oktober 2017 sekitar pukul 16. 00 Wita di kawasan Dusun Lemo, Desa Kantumbangan Lemo, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, personel BNN Provinsi Sulbar berhasil menangkap seorang pengedar narkoba berinisial KY (38).

Barang bukti yang disita dari penangkapan KY tersebut kata Dedi Sutarya, yakni satu paket sabu-sabu serta satu buah telepon genggam.

Kemudian, pada 4 November 2017 sekitar 15. 30 Wita personel BNN Provinsi Sulbar kembali menangkap seorang pengedar sabu-sabu berinisial KI (33) di jalan poros Polewali Mandar-Majene, tepatnya di depan SPBU Lampoko Kecamatan Campalagian.

Dari tangan pengedar narkoba yang berprofesi sebagai sopir truk itu tambah Dedi Sutarya, personel BNN Provinsi Sulbar menyita barang bukti, dua paket sabu-sabu, satu lembar aluminium foil, dua buah telepon genggam serta satu unit motor.

Personel BNN Provinsi Sulbar pada 10 November 2017 sekitar pukul 22. 00 Wita kembali meringkus seorang bandar narkoba berinisial SY alias IP (38) di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Binanga, Kabupaten Mamuju.

Mari penangkapan mekanik motor itu kata Dedi Sutarya, personel BNN Provinsi Sulbar berhasil menyita, satu pirekk bekas pakai berisi narkoba, empat pipet, uang tunai diduga hasil penjualan narkoba Rp2,2 juta, dua buah sepeda motor serta empat kartu ATM.

"Bandar narkoba yang berprofesi sebagai mekanik motor itu sudah lama menjadi target operasi dan juga seorang residivis dalam kasus yang sama," terang Dedi Sutarya.

Keenam pelaku lanjut Dedi Sutarya telah ditetapkan tersangka dengan dijerat pasal 114 ayat (1) juncti pasal 112 ayat (1) dan pasal 127 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal satu tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara dan atau denda paling sedikit Rp1 milir dan paling banyak Rp1 miliar.

"Pengungkapan ini masih terus kami kembangkan untuk membongkar jaringan mereka yang lebih besar," kata Dedi Sutarya.
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar