Nurdin Abdullah: Integrasi Hulu-hilir Tingkatkan Perekonomian

id bantaeng, nurdin abdullah, guru besar, unhas

Bupati Bantaeng Prof Dr Ir H HM Nurdin Abdullah (FOTO/Syamsurya Pratama)

Makassar (Antara Sulsel) - Bupati Bantaeng Prof Dr Ir H Muhammad Nurdin Abadullah mengatakan, pendekatan pengembangan wilayah yang terintegrasi antara hulu dan hilir menjadi solusi yang mampu mengintegrasikan antara kepentingan konservasi dengan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

"Pengembangan wilayah yang terintegrasi antara hulu dan hilir menjadi solusi yang mampu mengintegrasikan antara kepentingan konservasi dengan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," kata Prof Nurdin Abdullah dalam pidato guru besarnya di Ruang Senat Rektorat Unhas, Makassar, Rabu.

Bupati Bantaeng itu meski telah mendapatkan surat keputusan jabatan guru besar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak tahun 2008, namun Prof Nurdin Abadullah baru memberikan orasi ilmiah jabatan akademik profesor.

Dalam kesempatan itu, Prof Nurdin Abdullah membawakan pidato ilmiah dengan judul "Integrasi Pembangunan Wilayah Hulu dan Hilir Sebagai Strategi Konservasi Tanah dan Air Guna Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat".

Ia menjelaskan, laju degradasi hutan dan lahan yang terus meningkat setiap tahun merupakan tanggung jawab bersama untuk mengatasinya.

Hal itu sehingga memerlukan adanya kesamaan persepsi dan langkah serta komitmen bersama para pemangku kepentingan yang harus didukung dengan "political will" yang kuat dan konsisten dari pemerintah.

Selama memimpin Kabupaten Bantaeng, Nurdin telah membuktikan bahwa pendekatan pengembangan wilayah yang terintegrasi antara hulu dan hilir menjadi solusi yang mampu mengintegrasikan antara kepentingan konservasi dengan pertumbuhan ekonomi.

Menurut dia, upaya mengintegrasikan antara konservasi dengan kebutuhan ekonomi petani dapat ditempuh melalui pendekatan teknologi dan sosial kultural.

"Pendekatan teknologi ini harus dibarengi pendekatan sosial kultural agar masyarakat dapat merubah pola pertaniannya menjadi pertanian yang modern, produktif, dan ramah lingkungan," katanya.

Nurdin menambahkah, hutan, tanah, dan air serta kekayaan alam yang terkandung di dalamnya harus dikelola secara lestari untuk mengalirkan manfaat produk dan jasa demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

"Jadi tugas kita semua adalah mengintegrasikan antara kepentingan konservasi dengan pemenuhan kebutuhan (ekonomi) manusia melalui manajemen terpadu," ujarnya.

Pidato ilmiah ini menjadi momen yang istimewa bagi dosen Ilmu Kehutanan tersebut. Di sesi akhir pidatonya, Nurdin ijin pamit sekaligus meminta doa dan dukungan kepada kepada sivitas akademika Unhas dan para tamu undangan yang hadir.

"Jika Allah menghendaki, saya mohon doa dan restu dari sivitas akademika untuk ikut bersaing dalam Pilgub," tutupnya.

Rektor Unhas Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA memuji Profesor Nurdin Abdullah yang telah menuntaskan kewajibannya sebagai guru besar untuk menyampaikan orasi ilmiah di hadapan sivitas akademika Unhas sebelum akhirnya Nurdin Abdullah memilih untuk mencalonkan diri sebagai calon gubernur Sulsel.

"Jadi, beliau (Nurdin Abdullah) dalam rangka menuntaskan jabatan fungsionalnya, dalam tradisi akademik seorang guru besar harus menyampaikan orasi ilmiah yang terkait kepakarannya. Inilah yang namanya kerja hingga tuntas. Mari kita beri aplaus kepada Professor Nurdin Abdullah," ucapnya.

Profesor Dwia mengungkapkan bahwa dirinya merasa berat melepaskan Nurdin Abdullah sebagai salah satu guru besar Unhas. Namun, pihaknya merelakan jika Nurdin memilih untuk berkiprah memajukan kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.

"Sebenarnya kami sangat berat melepas Prof Nurdin dari jabatan fungsional sebagai guru besar. Namun, jika itu tujuannya adalah untuk kemaslahatan, kebaikan, maka, dengan ikhlas kami melepaskan Prof Nurdin, dengan harapan bisa menghasilkan sesuatu yang lebih baik dan lebih besar bagi masyarakat dan negara ini," sebutnya.
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar