Tingkat Kepuasan Pelanggan Samsat Capai 83 Persen

id kepuasan pelanggan, samsat, bapenda sulsel, ikm

Petugas Samsat melayani pembayaran pajak kendaraan secara online dengan sistem drive thru di Bapenda Sulsel, jalan AP Pettarani Makassar, Oktober lalu (ANTARA FOTO/Daniel Rima)

Makassar (Antara Sulsel) - Tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan Samsat di 25 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Selatan (Sulsel) mencapai 83 persen.

"Respon masyarakat terhadap pelayanan Samsat di Sulsel sangat baik, dari hasil survey yang kami lakukan, diperoleh tingkat kepuasan pelanggan (wajib pajak) mencapai angka 83,96 persen atau setara dengan nilai A," kata Direktur Institut for Social and Political Economic Issues (ISPEI) Imam Mujahidin Fahmid dalam ekspose hasil survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) di Makassar, Kamis.

Angka tersebut, kata Imam, diperoleh berdasarkan hasil survey yang dilakukan ISPEI menggunakan sampel sebanyak 2.250 responden, yang terdiri dari masyarakat pengguna layanan, masyarakat umum dan petugas pelayanan secara acak.

Ia menjelaskan, meski prestasi itu terbilang baik apalagi ditambah dengan 6,60 persen pelanggan yang mengaku puas sekali, akan tetapi jajaran Bapenda masih harus berhadapan dengan tantangan berat karena pelanggan yang kurang puas mencapai angka 8,73 persen dan yang tidak puas 0,71 persen.

"Ini harus dicari penyebabnya, mengapa mereka tidak puas, apa karena fasilitasnya yang kurang nyaman atau pelayanan petugasnya yang belum maksimal," jelasnya.

Dia juga menambahkan, dari seluruh bentuk pelayanan yang diterapkan Bapenda di semua daerah, ternyata 72,95 persen responden lebih suka dengan bentuk pelayanan reguler di kantor Samsat.

Mengenai ketepatan waktu pembayaran pajak, kata dia, 62,32 persen responden mengaku selalu tepat waktu, 30 persen sesekali menunggak, 6,51 persen selalu menunggak dan 0,98 persen belum pernah membayar pajak kendaraannya.

Menanggapi hasil survey ISPEI, Kepala Bapenda Sulsel, Drs Tautoto TR,M.Si mengatakan, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) ini tidak boleh menjadikan pihaknya berpuas diri, sebab angka 83 persen itu akumulatif untuk semua UPT dilingkup Bapenda, sementara masih ada beberapa UPT yang belum maksimal.

"Memang ada UPT yang memperlihatkan prestasi pelayanan cukup baik, misalnya UPT Pendapatan Pare-pare, namun tidak sedikit UPT yang kinerjanya belum maksimal. Inilah yang harus dibenahi oleh Kepala UPT, lebih giat melakukan terobosan dan menjemput bola," katanya.

Hasil survey tersebut dipaparkan Imam di hadapan para Kepala Bidang lingkup Bapenda, para Kepala UPT dan Kepala Sub Bidang. Ia didampingi Kepala Bapenda Sulsel Tautoto TR, dan Sekretaris Bapenda Kemal Redindo Syahrul Putra.
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar