
Tahap Awal Pembangunan Bendungan Karangloe Rp500 miliar

Bendungan ini sempat terhenti pengerjaannya selama tiga tahun karena persoalan lahan. Saya melakukan rapat muspida dengan pihak balai, setelah rapat dilakukan konsinyasi dan kemudian dieksekusi,"
Gowa (Antara Sulsel) - Pemerintah Kabupaten Gowa menyatakan jika pembangunan Bendungan Karangloe membutuhkan anggaran sekitar Rp500 miliar untuk rencana pembangunan tahap awal setelah sempat mandek selama tiga tahun.
"Sesuai dengan rencana tahap awal untuk pembangunan Bendungan Karangloe ini membutuhkan anggaran lebih dari Rp500 miliar," ujar Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan saat bertemu rombongan Komisi V DPR RI di Gowa, Kamis.
Dengan didampingi unsur musyawarah pimpinan daerah (Muspida) dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, T Iskandar MT, Bupati menyambut 22 rombongan komisi V DPR yang membidangi infrastruktur tersebut.
Adnan menjelaskan, terhambanya pembangunan bendungan selama tiga tahun ini karena adanya permasalahan dengan warga di mana sebagian wilayah itu diklaim oleh warga sebagai lahannya.
"Bendungan ini sempat terhenti pengerjaannya selama tiga tahun karena persoalan lahan. Saya melakukan rapat muspida dengan pihak balai, setelah rapat dilakukan konsinyasi dan kemudian dieksekusi," katanya.
Namun sebelum eksekusi lahan dilakukan, lanjut bupati termuda di KTI itu, pihaknya kemudian melakukan sosialisasi kepada 127 kepala keluarga (KK) dan memberikan waktu selama satu minggu untuk berbenah.
"Kami sudah melakukan upaya-upaya persuasif kepada warga dan sekarang persoalan itu sudah selesai, kini sudah masuk sesi pembangunan fisik bendungan," jelas bupati.
Sementara itu, Kepala BBWS Pompengan Jeneberang, T Iskandar MT memaparkan laporannya sampai sejauh mana progres pembangunan bendungan Karangloe tersebut.
"Menurut estimasi, saat ini tahapan pembangunan bendungan telah berjalan dan diawali pembangunan intake dan terowongan yang sudah mencapai 400 meter lebih dari 595 meter rencana, dengan luas area 183,75 km untuk pembangunan bendungan Karaloe ini," ungkapnya.
Sebelumnya, 22 rombongan anggota Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan untuk melihat progres pembangunan dari bendungan Karangloe yang sudah dimulai sejak 2013 lalu itu.
"Kami datang ke sini karena ingin melihat progres pembangunan dari proyek bendungan ini. Kami ingin memastikan pembangunannya bejalan," ujar Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Anton Sukartono Suratto.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
