BPOM Mamuju Gencarkan Penyuluhan Bahaya Formalin

id bpom

Mamuju (Antara Sulbar) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat terus menggencarkan penyuluhan dan edukasi mengenai bahaya makanan berformalin.

"BPOM Mamuju telah melakukan pengawasan makanan dengan mengambil 110 sampel makanan yang diproduksi masyarakat dan hasilnya ada tujuh jenis makanan yang mengandung formalin," kata kepala BPOM Mamuju, Netty Nurmuliawati, di Mamuju, Jumat.

Ia mengatakan, makanan berformalin yang didapatkan tersebut membuat BPOM akan terus menggencarkan penyuluhan dan edukasi mengenai bahaya makanan berformalin di Mamuju.

Menurut dia, perkembangan industri di bidang pangan masih menyisakan masalah terkait bahan pangan yang menggunakan bahan berbahaya karena pelaku usaha hanya mau mencari untung

Sehingga lanjutnya kondisi tersebut mesti terus mendapatkan perhatian pemerintah karena menginginkan masyarakat terbebas dari pangan dan obat-obatan yang membahayakan bagi kesehatan.

"Untuk mengantisipasi hal ini, kami mengajak seluruh stakeholders untuk memperkuat kordinasi dan memberdayakan masyarakat untuk menyadari dan menghindari penggunaan pangan dan obat dengan kandungan yang berbahaya,

Ia mengatakan, gerakan masyarakat sadar pangan aman (Germas Sapa) merupakan program pemerintah yang juga untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dalam mengkomsumsi pangan.

Ia berharap program tersebut mendapatkan dukungan semua pihak sehingga kesehatan masyarakat dapat terus ditingkatkan.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar