Uskup : Hadapi Ujaran Kebencian Dengan Semangat Injil

id uskup manado, mgr benedictus estephanus rolly untu, ujaran kebencian

Uskup Mgr Rolly Untu MSC saat ditahbiskan beberapa waktu lalu (Dokumentasi)

Manado (Antara Sulsel) - Uskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC (Missionari Sacratissimi Cordis Iesu) mengajak Umat Katolik memakai semangat injil dalam menghadapi situasi bangsa yang ditandai maraknya ujaran kebencian.

"Mari bergandeng tangan dengan para uskup, imam, diakon anggota hidup bakti (suster, frater dan bruder) mendukung kaum awam meresapi dan menyempurnakan rumah kita maupun dunia dengan semangat Injil," kata Mgr Rolly dalam surat adven yang dibacakan di seluruh gereja Katolik Keuskupan Manado pada pekan Adven pertama, Minggu.

Ujaran kebencian, radikalisma dan terorisme, kata Mgr Rolly dapat merusak sendi-sendi hidup bersama, karena itu para bapa Uskup dalam sidang berlangsung tanggal 6 hingga 16 November 2017, mengajak umat Katolik untuk terus menerus membuka diri membangun tata dunia baru.

Mer Rolly mengatakan, ada cahaya Yesus yang terpancar dari dalam diri manusia yang sedang berziarah, itulah kesadaran diri yang diungkapkan dalam bentuk pengakuan sebagaimana semangat injil.

"Karena cahaya itulah, maka pengalaman jatuh tidak membuat manusia berputus asa, bahkan di tempat kejatuhan terdalam pun masih ditemukan cahaya yang menuntun hati manusia pada pengharapan akan keselamatan dan penebusan. Gereja penuh kasih membuka pintu dan menawarkan pengampunan," kata Uskup yang membawahi wilayah kerja Keuskupan Manado di tiga provinsi yakni Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah.

Hari ini Umat Katolik di seluruh dunia memasuki masa Adven, yang merupakan suatu perziarahan untuk berjumpa dengan Yesus seperti gembala yang cepat-cepat berangkat sebagaimana terdapat dalam Injil Lukas 2:16, dan para majus dituntun cahaya bintang untuk mencari, untuk menyembah Dia (Injil Matius 2:2).

Masa Adven, bagi Umat Katolik mempunyai arti khusus, selain membuka tahun liturgi yang baru, juga sebagai masa untuk mempersiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan Yesus Kristus di Hari Natal nanti.

Karena itu, umat diajak untuk membuat dirinya semakin pantas dan layak, dengan persiapan batin selama empat minggu agar layak merayakan dan menyambut kedatangan Tuhan di Hari Natal. 
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar