Mamuju cetak 406,85 hektare sawah baru

id Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan,pemkab mamuju,sawah baru

Ilustrasi sawah baru (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)

Mamuju (Antaranews Sulsel) - Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat pada 2017 berhasil mencetak sekitar 406,85 hektare sawah baru dari 740 hektare yang dianggarkan.

"Pada 2017 Mamuju memperoleh anggaran untuk pencetakan sawah sebesar 740 hektare namun yang terealisasi sekitar 406,85 hektare sementara selebihnya sekitar 333,15 hektare tidak terealisasi karena areal tersebut masuk dalam kawasan hutan," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Mamuju Muliadi, Minggu.

Pada tahun ini lanjut Muliadi, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Mamuju telah menyerahkan sebagian alat tanam dan mesin pertanian (alsintan) kepada para petani di daerah itu.

"Untuk alsintan pada tahun ini kami telah menyerahkan sebagian. Terakhir pada Jumat (22/12) Bupati Mamuju Habsi Wahid menyerahkan 81 unit alat tanam dan mesin pertanian dan sudah termasuk dari dana APBN," tuturnya.

"Bantuan benih juga disalurkan sebanyak 195 ton kemudian bibit jagung 309 ton dan kedelai 123 ton," terang Muliadi.

Bantuan alat tanam dan mesin pertanian yang dilaksanakan di Dusun Sakio Desa Topore Kecamatan Papalang pada Jumat (22/12) itu tambahnya, untuk program tanam perdana pada musim tanam Oktober 2017 sampai Maret 2018 yang dilaksanakan di Dusun Sakio Desa Topore Kecamatan Papalang.

Selain penyerahan bantuan berupa alat tanam dan mesin pertanian serta benih dan bibit bagi para petani paga kegiatan itu juga dirangkaikan dengan program cetak sawah baru.

Bupati Mamuju Habsi Wahid pada kesempatan itu mengatakan penyerahan bantuan bagi para petani tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah agar petani bisa lebih sejahtera, menurutnya bantuan yang diberikan dapat membantu meningkatkan pendapatan dari petani itu sendiri.

"Dalam rangka untuk menggenjot tingkat produktivitas para petani, perlu kita berikan bantuan-bantuan seperti alsintan, bibit unggul dan benih," ujar Habsi Wahid.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar