Bursa saham Korsel menguat jelang pembicaraan antar-Korea

id bursa saham korsel,pembiaan antar korea

Pemandangan percobaan roket balistik antarbenua yang baru dikembangkan Hwasong-15 yang sukses diluncurkan, dalam foto tidak bertanggal yang disiarkan oleh Pusat Agensi Berita Korea Utara (KCNA) di Pyongyang, Kamis (30/11/2017). (REUTERS/KCNA/cfo)

Seoul (Antaranews Sulsel) - Bursa saham Korea Selatan (Korsel) terus menguat untuk sesi kedua berturut-turut pada Senin, karena para investor asing membeli saham-saham lokal menjelang pembicaraan tingkat tinggi antara Korsel dan Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK).

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) naik 15,76 poin atau 0,63 persen menjadi berakhir di 2.513,28 poin, dengan volume perdagangan mencapai 309 juta saham senilai 6,3 triliun won (6,0 miliar dolar AS).

Pejabat-pejabat senior pemerintah dari Korea Selatan dan DPRK akan bertemu di desa gencatan senjata Panmunjom pada Selasa (9/1) untuk pembicaraan antar-Korea pertama dalam waktu sekitar dua tahun terakhir.

Selama perundingan tingkat senior, kedua belah pihak akan membahas partisipasi DPRK di Olimpiade Musim Dingin yang diselenggarakan Korea Selatan, yang akan dibuka pada 9 Februari di wilayah timur Korea Selatan, PyeongChang.

Di tengah tanda-tanda pencairan hubungan antar-Korea, investor asing membeli saham lokal senilai 391 miliar won (366 juta dolar AS). Investor asing adalah pembeli bersih selama enam sesi berturut-turut.

Ekspektasi berjalan tinggi untuk musil laporan laba kuartal keempat berkat ekspor yang cerah. Ekspor Korea Selatan mencatat rekor tahunan tertinggi sebesar 573,9 miliar dolar AS pada 2017.

Sebagian besar saham-saham berkapitalisasi besar mendapat keuntungan. Perusahaan kimia terkemuka LG Chem menguat 4,8 persen, dan produsen mobil papan atas Hyundai Motor naik 1,3 persen. Samsung C&T, perusahaan induk de facto Samsung Group, menambahkan 0,8 persen, namun Samsung Electronics kehilangan 0,2 persen.

Mata uang Korea Selatan berakhir di 1.066,0 won terhadap greenback, turun 3,3 won dari penutupan hari sebelumnya.

Harga obligasi berakhir lebih rendah. Imbal hasil pada surat utang negara berjangka tiga tahun naik 3,6 basis poin menjadi 2,135 persen, dan imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun naik 2,2 basis poin menjadi 2,540 persen.

Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar