Produksi jagung Bone capai 300 ribu ton

id jagung

Dokumentasi-Petani memanen jagung di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Wakil Bupati Bone Ambo Dalle mengatakan untuk produksi jagung kuning yang menjadi salah satu komoditas unggulan di daerah itu mencapai 300 ribu ton lebih pada tahun 2017. "Kita berharap hasil panen jagung dari para petani di daerah itu terus terjaga bahkan bisa lebih baik lagi pada tahun ini," ucapnya, Rabu.

Dikatakan, hasil panen jagung kuning agar lebih meningkat lagi tahun ini, bahkan berharap mencapai 400 ribu ton.  Optimis jagung kuning merupakan salah satu komoditas pertanian unggulan selain padi, katanya saat menghadiri acara pelepasan sekaligus penyambutan mahasiswa KKN UMI di Auditorium Al-Jibra UMI Makassar.  Ia menjelaskan, untuk rata-rata produksi jagung kuning petani di daerahnya itu mencapai 5,5 ton lebih. Inilah yang membuat hasil panen jagung Bone lebih terjaga.

Sementara untuk produksi padi, dirinya juga mengaku telah berproduksi lebih besar lagi yang mencapai angka 1 juta ton. Jumlah itu pula menjadi yang terbesar dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Besarnya potensi padi Bone juga dikarenakan keberadaan sawah yang memang jauh lebih luas dibandingkan daerah lain.

Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultural Provinsi Sulawesi Selatan mengatakan produksi jagung Sulsel mencatatkan sejarah dengan pencapaian terbesar yang mencapai 2,24 juta ton pada 2017. "Sepanjang sejarah produksi jagung di Sulawesi Selatan, kita mencatatkan produksi terbesar mencapai 2 juta ton. Dan sesuai data ramalan statistik bisa mencapai 2,24 juta ton pada 2017," kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultural Sulsel, Fitriani.

Ia menjelaskan, pihaknya selain melakukan berbagai upaya peningkatan produksi pangan, juga fokus melakukan pengawalan pangan dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan. Selanjutnya melakukan sertifikasi produk petani atau tanaman segar untuk meningkatka mutu demi keamanan pangan.

Dinas Ketahanan pangan Sulsel sesuai arahan Gubernur dan wakil Gubernur Sulsel, kata dia, akhirnya mampu memberikan kontribusi melalui bimbinga dan pengawana tekologi untuk meningkatkan produksi padi ataupun jagung, kedelai, cabe, dan berbagai produk lainnya di Sulsel.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar