Bupati Mamuju besuk balita korban obat palsu

id bupati mamuju, habis wahid

Bupati Mamuju Habsi Wahid (dua kiri) membesuk balita Riski Alif yang menderita gizi buruk karena diduga salah konsumsi obat herbal di RSUD Mamuju, Senin (15/1). (FOTO/Humas Pemkab Mamuju)

Mamuju (Antaranews Sulsel) - Bupati Mamuju Habsi Wahid menjenguk balita dari Desa Patidi Kecamatan Simboro Kepulauan Kabupaten Mamuju, bernama Riski Alif karena menderita gizi buruk yang diduga akibat salah konsumsi obat herbal.

Bupati Mamuju Habsi Wahi di Mamuju, Senin, menghimbau agar masalah obat palsu yang kini terindikasi beredar luas di masyarakat dapat menjadi pelajaran dan evaluasi serta dilakukan edukasi kepada masyarakat agar teliti membeli obat.

Ia mengatakan bila mana mendapatkan penjualan yang tidak terdaftar maka harus segera diantisipasi karena tidak semua yang di jual bebas itu bisa bermanfaat untuk kesehatan anak.

"Ini sungguh sangat memprihatinkan, saya sampaikan kepada Dinas Kesehatan dan RSUD untuk selalu memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar tidak terjebak dalam kondisi yang seperti ini. Jadi jangan sampai ada yang mencari untung, dan ini menjadi perhatian khusus untuk masyarakat," katanya.

Selain Riski Alif yang berumur dua tahun menderita gizi buruk karena obat palsu itu, Bupati Mamuju juga mengunjungi seorang anak di Kecamatan Kalukku Marwah (5) yang menderita penyakit gagal ginjal.

Habsi Wahid juga mengunjungi Renaldi (5) warga Desa Dungkait Tapalang Barat yang mengidap penyakit kanker darah leukeimia dan kini sudah ditangani dokter, namun masih kekurangan biaya pengobatan.

Pemerintah Daerah Mamuju melalui bupati akan membantu untuk mendapatkan rujukan dan diberikan bantuan yang sesuai kondisi penyakit anak yang akan dirujuk di rumah sakit itu.

Sementara itu dr Suhendra SpA yang menangani pasien Riski Alif mengatakan masyarakat yang berobat atau menggunakan obat seharusnya langsung ke rumah sakit atau ke dokter yang lebih paham soal obat dan bukan kepada orang tidak jelas, agar kasus serupa tidak terulang.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar