Polresta Palopo karantina pelajar bandel di padepokan

id pelajar dikarantina,di palopo

Dua pelajar berseragam sekolah saat dijaring aparat polisi di tempat permainan games di salah satu stasiun games di Kota Palopo, Rabu. (Foto Istimewa)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Kepolisian Resor Kota Palopo, Sulawesi Selatan, mengkarantina pelajar yang membandel dan berkeliaran saat malam hari dengan mengenakan seragam sekolah di Padepokan Patria Tama.

"Nongkrong` di tepi jalan di atas pukul 22.00 WITA dan pelajar berkeliaran di tempat umum menggunakan seragam saat jam sekolah maka akan dirazia petugas patroli. Bagi kedapatan langsung dibawa ke Padepokan untuk membina mentalnya secara spiritual selama tiga hari," kata Kapolres Palopo AKBP Taswin, Rabu.

Menurut dia, dengan program tersebut, orang tua pelajar SMP dan SMA sederajat di Kota Palopo, Tidak akan risau mencari anaknya yang sedang keluyuran, hingga "nongkrong" saat malam hari di atas pukul 22.00 WITA.

Selain itu, dipastikan mereka aman karena polisi membawanya ke Padepokan Patria Tama, di Kelurahan Benteng, Kecamatan Wara Timur, Palopo.

Taswin menuturkan, untuk mendapatkan pembinaan mental secara spiritual oleh polisi mengingat pesatnya kemajuan teknologi menimbulkan perubahan dalam berbagai pola perilaku. Termasuk pola bermain remaja yang mengakibatkan krisis karakter, maka mereka diberikan pembekalan spiritual.

Pendirian padepokan tersebut, lanjutnya, bertujuan membina mental pelajar oleh petugas kepolisian sebagai upaya menarik, edukatif dan informatif bagi masyarakat luas. Khususnya pihak sekolah dan orang tua pelajar itu sendiri.

"Nama Patria Tama adalah nama batalyon saya di Akademi Kepolisian Semarang, Jawa Tengah, kala itu angkatan 1995. Saat ini sudah banyak pelajar terjaring razia dan diberikan pencerahan di padepokan," katanya.

Dia membeberkan, rata-rata pelajar terjaring razia dan dijemput polisi di sekitar Warung Internet saat berselancar didunia maya serta rental "play station" atau tempat bermain game di wilayah Kota Palopo.

Sementara tokoh pemuda dan pengamat kebangsaan, DR Arqam Azikin menyatakan program tersebut dinilai efektif dalam memberikan pendidikan karakter yang mutlak diperlukan bangsa ini ditengah krisis kepemudaan, bukan hanya di sekolah tetapi di rumah dan di lingkungan sosial.

Padepokan yang didirikan oleh Polres Palopo, sekarang ini, lanjut Arqam, peserta pendidikan karakter bukan lagi anak usia dini hingga remaja, tetapi juga pada kalangan usia dewasa.

Tujuannya, untuk memenuhi tuntutan kualitas sumber daya manusia pada tahun 2021 yang membutuhkan?`good character` atau berkarakter baik.

Hal ini mutlak dan perlu untuk kelangsungan hidup bangsa ini.

Bayangkan apa persaingan yang muncul bagi generasi bangsa kita ditahun 2021?.

"Jelasnya itu akan menjadi beban kita dan orang tua masa kini. Saat itu, anak-anak masa kini akan menghadapi persaingan dengan rekan-rekannya dari berbagai belahan negara di dunia," ungkap Arqam yang juga dosen Unismuh ini.
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar