Bendungan utama Passeloreng mulai dikerjakan 2018

id bendungan passeloreng,wajo,bbwspj

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo memantau Bendungan Passeloreng di Kabupaten Wajo, Sulsel, beberapa waktu lalu (ANTARA FOTO/Nurhaya J Panga)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Bangunan utama Bendungan Passeloreng, di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, akan mulai dikerjakan pada 2018, kata Kepala Satuan Kerja Pembangunan Bendungan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan dan Jeneberang (BBWSPJ) Tampang.

"Tahun ini, bendungan utama akan mulai dikerjakan, sambil beberapa sisi bangunan bendungan dirampungkan," kata Tampang di Makassar, Minggu.

Ia menyebutkan sesuai kontrak kerja, Bendungan Passeloreng diharapkan rampung April 2019. Namun, masalah pembebasan lahan masih membayangi pembangunan proyek ini.

"Kami harap proyek ini bisa selesai sesuai jadwal, semua tergantung pada lahan," sebutnya.

Baca juga : Gubernur: Bendungan Passeloreng Dukung Produksi Padi Sulsel

Terkait hal ini, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Tata Ruang dan Cipta Karya Pemprov Sulsel Andi Darmawan Bintang mengatakan pihaknya optimistis proyek ini dapat selesai sesuai jadwal.

"Kami yakin, karena masalah yang menghambat yaitu pembebasan lahan dapat diurai secara bersama dengan stakeholder terkait," kata Andi Darmawan.

Ia menambahkan, permasalahan ini sudah berada pada tim pembebasan lahn untuk kepentingan negara, di dalamnya ada tim fasilitasi untuk melihat pokok masalahnya.

"Dari sini akan dilihat, misalnya, apakah dokumen bermasalah sehingga sertifikat tidak diterbitkan, jika demikian maka BPN didorong untuk merampungkan itu," tuturnya.

Pihaknya, kata dia, akan terus mendorong penyelesaian bendungan ini, karena fasilitas ini dibutuhkan oleh banyak masyarakat.

Pembangunan Bendungan Passelloreng telah dimulai sejak 2015 dengan nilai kontrak mencapai Rp700 miliar. Proyek ini memiliki daya tampung mencapai 138 juta meter kubik air, dan diharapkan dapat mengairi areal pertanian seluas kurang lebih 10 ribu ha.
Pewarta :
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar