Logo Header Antaranews Makassar

OJK Sulampua fokus kampanyekan keuangan syariah

Selasa, 30 Januari 2018 18:48 WIB
Image Print
Otoritas Jasa Keuangan (ANTARA FOTO/Lucky R)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Otoritas Jasa Keuangan Regional VI Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) terus menggalakan kampanye keuangan syariah guna mendorong peningkatan indeks literasi dan inklusi keuangan syariah khususnya di Sulawesi Selatan.

Kepala OJK Regional VI Sulampua, Zulmi di Makassar, Selasa mengatakan pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak terkait seperti lembaga keuangan syariah, masyarakat ekonomi syariah, Bank Indonesia termasuk pemerintah daerah melalui TPAKD.

"Secara khusus, upaya kampanye keuangan syariah akan terus kita galakkkan kedepan. Kita akan melibatkan seluruh pihak termasuk dari Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) provinsi untuk bisa meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan syariah," ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk perkembangan keuangan syariah di Sulawesi Selatan memang belum menunjukkan sesuatu yang menggembirakan meski tetap mengalami kenaikan.

Bahkan berdasarkan data 2016, kata dia, di provinsi tersbeut masih tercatat cukup krang yakni hanya 6,18 persen dan 14,55 persen.

Zulmi yang menggantikan posisi Bambang Kiswoyo ada 2017 itu juga mengaku tetap optimistis indeks inklusi keuangan di Sulsel termasuk Sulsel pada 2019 bisa lebih menggembirakan.

Direktur Pengawas LJK OJK KR6 Sulampua Indarto Budiwitono, sebelumnya mengakui jika indeks literasi dan inklusi keuangan syariah memang belum mampu menyaingi atau mendekati indeks dari keuangan konvensional.

Kurangnya indeks literasi itu juga masih terjadi pada Oktober 2017 yang maka indeks inklusi dan literasi keuangan syariah yang masih di bawah nasional sekitar 6,1 persen. Sedangkan indeks inklusi di atas nasional 13 persen.

Salah satu hal yang dianggap menjadi faktor yakni terkait mayoritas masyarakat masih fokus pada tujuan keuangan jangka pendek belum terlalu memikirkan tujuan jangka panjang.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026