Logo Header Antaranews Makassar

Gubernur optimistis ekonomi Sulsel diatas 7 persen

Selasa, 30 Januari 2018 20:45 WIB
Image Print
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (Biro Humas dan Protokol Provinsi Sulsel)
Kita optimis diatas 7 persen. Kita lihat perkembangan nanti dan ini masih dalam hitungan

Makassa (Antaranews Sulsel)- Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengaku optimistis pertumbuhan ekonomi daerah itu pada 2018 bisa kembali bertahan diatas 7 persen atau lebih tinggi secara nasional.

"Kita optimis diatas 7 persen. Kita lihat perkembangan nanti dan ini masih dalam hitungan," kata Syahrul Yasin Limpo saat hadir pada acara pertemuan tahunan industri jasa keuangan Provinsi Sulawesi Selatan di Makassar, Selasa.

Ia menjelaskan, untuk saat ini memang tidak dapat dipungkiri kontraksi-kontraksi ekonomi global dengan gejolak harga yang terjadi.

"Dan itu bisa saja membuat pertumbuan ekonomi kita berakumulasi dari presentase sehingga secara nasional. Kalau terganggu secara nasional maka tentu saja resonansinya juga ikut berdampak di daerah," ujarnya.

Namun selama ini di Sulawesi Selatan yang kita lihat, secara faktual tetap berjalan baik dan mudah-mudahan ekonomi kita berjalan baik dan bertahan diatas 7 persen," lanjut dia.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga tidak lupa memberikan apresiasi yang tinggi atas kinerja yang ditunjukkan pihak perbankan yang didorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) khususnya di wilayah Sulsel.

Menurut dia, jika OJK tidak memberikan responsif dan perbakan tidak mengambil peranan maka tentu pertumbuhan di provinsi yang dipimpinnya itu tidak akan berkembang hingga melewati pertumbunan secara nasional.

"Dengan melihat kinerja perbankan dan OJK yang telah dilakukan maka sudah sepatutnya saya mengapresiasi," katanya.

Kinerja OJK dan perbanan saat ini dinilai sudah berada di jalur yang tepat. Pihaknya juga mengakui membutuhkan upaya-upaya secara bersama untuk terus memperkuat perbankan melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dirinya juga mengaku jika komitmen OJK yang agresif seperti yang dilakukan selama ini maka pihaknya optimistis akan semakin memperkuat ekonomi Sulsel kedepan.

"Kita harus terus memperkuat kerjasama agar kita bisa difasilitasi permodalan yang ada dan tentu dilakukan secara bertanggung jawab. Kita tahu berapa kemampuan kita mengolah, seperti halnya pertanian, mengolah peternakan perkebunan, perikanan dan tahu bagaimana mengembalikan dana itu," ujarnya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional VI Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) mengatakan pertumbuhan kinerja industri jasa keuangan Sulawesi Selatan pada 2017 mencatatkan perkembangan yang menggembirakan.

Kepala OJK Regional 6 Sulampua Zulmi, mengatakan total aset perbankan di Sulawesi Selatan pada 2017 tumbuh hingga 7,21 persen dengan nominal Rp142,08 triliun.

"Dana pihak ketiga tumbuh 6,05 persen menjadi Rp93,29 triliun. Sedangkan penyaluran kredit juga tumbuh maksimal sebesara 9,38 persen dengan nomila Rp118,09 triliun," sebutnya.



Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026