
OJK perkuat kualitas pengawasan tingkatkan kinerja keuangan

Koordinasi antara seluruh lembaga jasa dan keuangan di Sulawesi Selatan melalui Forum Komunikasi Industri Jasa keuangan (Forkom IJK) juga akan lebih dioptimalkan
Makassar (Antaranews Sulsel) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional VI Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) mengatakan akan tetap fokus memerkuat kualitas pengawasan dan efisiensi dalam rangka meningkatkan kinerja keuangan pada 2018.
Kepala OJK Regional 6 Sulampua Zulmi di Makassar, Kamis, mengatakan salah satu hal yang siap dilakukam yakni dengan pemanfaatan teknologi dalam rangka memastikan prinsip "prudetial and good governance" diterapkan oleh seluruh lembaga jasa dan keuangan khususnya di Sulawesi Selatan.
"Koordinasi antara seluruh lembaga jasa dan keuangan di Sulawesi Selatan melalui Forum Komunikasi Industri Jasa keuangan (Forkom IJK) juga akan lebih dioptimalkan," katanya.
Ia menjelaskan, dengan apa yang menjadi fokus tersebut tentu diharapkan akan semakin meningkatkan solidaritas dan sinergi dalam meningkakan kinerja dan peran inustri jasa keuangan yang stabil, kontributif, dan inklusif.
Jika hal itu bisa dijalankan sesuai agenda, kata dia, maka pihaknya mengaku optimistis jika kinerja industru jasa keuangan Sulsel pada tahun ini akan tumbuh lebih tinggi. Bahkan kondisi itu akan memacu pertumbuhan ekonomi daerah dengan tetap terjaga stabilitas sektor jasa
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memang telah membentuk Forum komunikasi industri jasa keuangan yang menjadi wadah komunikasi dan koordinasi antara pelaku industri jasa keuangan di daerah tersebut.
Forum IJK sendiri memang tibentuk untuk mensinergikan antara perbankan dan non perbankan untuk mendorong perannya dalam meningkatkan kondisi finansial masyarakat melalui layanan keuangan yang inklusif.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Syahru Yasin Limpo mengaku optimistis pertumbuhan ekonomi Sulsel pada 2018 ini bisa kembali diatas 7 persen atau lebih tinggi secara nasional.
Untuk saat ini, kata dia, memang tidak dapat dipungkiri kontraksi-kontraksi ekonomi global dengan gejolak harga yang terjadi.
"Dan itu bisa saja membuat pertumbuan ekonomi kita berakumulasidari presentase akan terganggu secara nasional. Kalau terganggung secara nasional maka tentu saja resonansinya juga ikut berdampak di daerah," ujarnya.
Namun selama ini di Sulawesi Selatan yang kita lihat, secara faktual tetap berjalan baik dan mudah-mudahan ekonomi kita berjalan baik dan bertahan diatas 7 persen," lanjut dia.
Pewarta : Abd Kadir
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
