Syahrul tuturkan Karaeng Patingalloang dalam film dokumenter

id kareang patingalloang, syahrul yasin limpo, gubernur sulsel,film dokumenter

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo

Karaeng Pattingaloang adalah sosok yang jarang, karena memiliki kesempurnaan hidup
Makassar (Antaranews Sulsel) - Gubernur Syahrul Yasin Limpo menuturkan pandangannya tentang sosok Karaeng Patingalloang, seorang pahlawan dan ilmuwan Bugis-Makassar, dalam film dokumenter produksi Dinas Perpustakaan Kearsipan (DPK) setempat.

"Karaeng Pattingaloang adalah sosok yang jarang, karena memiliki kesempurnaan hidup," kata Syahrul saat pengambilan gambar di Rumah Kayu atau Balla Kayua di Kabupaten Gowa, Minggu.

Selain sebagai negarawan karena ia seorang mangkubumi, kata Syahrul, Karaeng Patingalloang memiliki kekuasaan tetapi juga memiliki visi ke depan.

"Ia juga seoarang sufi, semua mengaguminya," imbuhnya.

Ketersohoran keilmuan dan kebesaran nama Karaeng Pattingalloang iinilah yang membuat DPK Provinsi Sulsel bersama tim dari Studio Audio Visual Puskat Yogyakarta,?membuat film dokumenter drama tersebut.

Ketua Asosiasi Tradisi Lisan Dr Pudentia, yang juga turut hadir dan terlibat, menyebutkan, sosok Panttingaloang layak untuk dikenal publik lebih baik.

"Sosok yang menarik, kami mengatakan tokoh yang luar biasa, menguasai lebih dari lima bahasa dan bahasa daerah juga. Ia sangat multi-kultural, pergi haji tetapi berteman juga dengan pastur dan pendeta. Selain itu menguasai astronomi, bayangkan itu di abad ke 17, ini tokoh yang harus ditampilkan," ujar Pudentia yang juga merupakan Dosen UI Fakultas Ilmu Budaya.

Pendamping sutradara Syaifuddin Bahrun, mengatakan Syahrul dilibatkan dalam kapasitasnya sebagai tokoh Gowa.

"Kapasitas beliau, sebagai gubernur dan tokoh Gowa," katanya.

Syuting berlangsung selama 10 hari dengan mengambil lokasi di Kabupaten Gowa, Kota Makassar dan daerah Kecamatan Tallo di Kota Makassar. Di objek seperti Benteng Somba Opu, Makam Sultan Hasanuddin dan Perpustakaan Wilayah Sulsel.

Sebelum syuting tim melakukan penelitian, survei lokasi dan perizinan yang diperlukan.

"Semua itu kita siapkan, ada 12 orang dalam tim kami, empat orang dari Yogyakarta, tiga dari Jakarta dan lima orang dari Makassar," sebut pendamping Anna Asriani.

Balla Kayua yang menjadi lokasi syuting ini merupakan tempat yang akan dijadikan Syahrul beraktivitas pasca menjadi gubernur. Balla Kayua adalah sebutan Syahrul untuk rumah berkonstruksi kayu ulin di?Jl. Tumanurung No. 02, Pandang-pandang, Sungguminasa Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Di tempat ini juga terdapat stasiun radio Gama yang telah berdiri selama 12 tahun. Tempat ini juga terdapat perpustakaan dan museum dengan fasilitas 6.000 judul, 500 lebih badik, serta kelengkapan atribut sejak meniti karier sebagai lurah.

Balla Kayua ini juga dia persiapkan jadi lembaga pendidikan anak balita dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang saat ini juga sedang dibangun. Juga terdapat kebun binatang serta kebun binatang mini. 
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar