Sulbar gelar rapat koordinasi ketransmigrasian

id sekda sulbar ,ismail zainuddin,rakor keimigrasian

Sekertaris Daerah Sulbar Ismail Zainuddin (kiri) didampingi Kepala Dinas Transmigrasi Sulbar Muhammad Hamzi saat membuka rapat koordinasi ketransmigrasian di Mamuju, Senin (12/2). (FOTO/Humas Pemprov Sulbar)

Mamuju (Antaranews Sulsel) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menggelar rapat koordinasi ketransmigrasian untuk mengoordinasikan program-program dari Dinas Transmigrasi yang ada di kabupaten dan provinsi tahun 2018.

"Rakor ini bertujuan mengoordinasikan program-program dari Dinas Transmigrasi di kabupaten dan provinsi tahun 2018, dengan membangun kebersamaan, membangun ide-ide dan berinovasi yang bertujuan membangun kesejahteraan rakyat," kata Sekretaris Provinsi Sulbar Ismail Zainuddin, Senin.

Rakor Ketransmigrasian yang berlangsung di Hotel Maleo Kabupaten Mamuju itu diikuti 50 peserta yang merupakan ASN dari Dinas Pariwisata kabupaten dan provinsi.

"Menyamakan persepsi juga menjadi hal yang sangat penting karena pendekatan kita `bottom up` atau dari bawah ke atas, kita susun program berdasarkan program pemerintah pusat dan Nawacita Presiden Joko Widodo. Saya harapkan juga, rapat ini menghasilkan program persiapan kawasan pembangunan dan pengembangan ketransmigrasian," tambah Ismail Zainuddin.

Sekprov juga membeberkan beberapa tahapan program yang disusun pemerintah provinsi, seperti pada Februari ada musyawarah perencanaan pembangunan di tingkat desa, kecamatan, sampai musrenbang tingkat kabupaten.

Selanjutnya pada Maret 2018, lanjut Sekprov, akan dilakukan penyusunan rencana kerja pemerintah daerah, diikuti dengan penyusunan rencana kerja SKPD.

"Pola pembangunan tetap seperti sebelumnya. Saya menginginkan mulailah bekerja dengan model yang lebih strategis. Contohnya, nelayan yang tak butuh lahan, cukup disiapkan perumahan dan diberi pengetahuan dan kecerdasan untuk mengolah hasil laut," ujar Ismail.

Ia juga mengemukakan ketertarikannya pada gagasan kawasan Pulau Ambo bisa diwujudkan menjadi suatu kota baru, dengan menggunakan fasilitas seperti perkotaan, ada terminal dan rumah sakit.

"Kalau gagasan kota baru diwujudkan, sektor pertanian dapat digagas menuju sektor jasa dan sektor industri, ini menjadi gagasan yang menarik, transmigrasi itu dari desa menjadi sebuah kota. Salah satu kelemahan kita yaitu ASN yang jarang berinovasi. Jadi saya mengimbau agar ASN dapat mencetuskan sebuah inovasi dan menjadikan daerahnya menjadi suatu kota baru," jelas Ismail Zainuddin.
Pewarta :
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar