Inggris jajaki investasi energi terbarukan di Sulsel

id wakil kepala tim ekonomi,kedutaan besar inggris,samuel hayes,jajaki investasi,energi terbarukan sulsel

Deputy Head of Economics and Prosperity Team Kedutaan Besar Inggris Samuel Hayes (dua kiri) diterima Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Setda Provinsi Sulsel Muhammad Firda di Makassar, Kamis (22/2). (FOTO/Humas Pemprov Sulsel)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Wakil Kepala Tim Ekonomi dan Kesejahteraan (Deputy Head of Economics and Prosperity Team) Kedutaan Besar Inggris Samuel Hayes menjajaki potensi investasi energi terbarukan di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Inggris adalah salah satu yang terbaik di bidang energi terbarukan, kami akan berdiskusi dengan pemerintah daerah jika ada perusahaan Inggris yang ingin berinvestasi di Sulsel," kata Samuel Hayes usai menemui Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Setda Provinsi Sulsel Muhammad Firda di Makassar, Kamis.

Ia menyakini jika Sulsel ingin maju di berbagai bidang, maka yang pertama perlu menjadi prioritas adalah pembangunan infrastruktur, khususnya terkait produksi energi.

"Dengan hadirnya infrastruktur yang baik, maka akan mempengaruhi kemajuan di bidang lain," kata dia.

Beberapa proyek pembangunan energi terbarukan saat ini memang tengah berjalan di Sulsel. Selain PLTB Sidrap yang telah memasuki tahap uji coba, ada pula pembangunan PLTB di Jeneponto yang kini memasuki tahap konstruksi.

Selain infrastruktur, Samuel juga membahas kemungkinan kerja sama bidang sumber daya manusia, ekonomi digital (e-commerce) dan ekonomi kreatif serta pengaruh Pilkada di Sulsel.

Sementara itu, Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Setda Provinsi Sulsel Muhammad Firda pada kesempatan tersebut menjelaskan kondisi ekonomi Sulsel secara umum.

"Di Sulsel, ekonomi kita sepuluh tahun terakhir tumbuh di atas tujuh persen, kita juga memiliki komoditi ekspor terbesar seperti kakao dan rumput laut," kata dia.

Pihaknya mengaku membuka lebar peluang kerja sama terkait infrastruktur, bukan hanya dari segi konstruksi tetapi juga pengembangan sumber daya manusia yang mendukung.

"Terkait tenaga terampil yang bisa mendukung hadirnya infrastruktur tersebut dan menjawab tantangan global, apalagi mereka terkenal ahli," pungkasnya.
Pewarta :
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar