Sulsel sumbang atlet-pelatih Pelatnas Asian Games

id Sulsel, PSTI, takraw, Pelatnas, Asian Games

Sepak takraw (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Makassar (Antaranews Sulsel)- Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Sulawesi Selatan menyumbangkan tiga atlet dan seorang pelatih untuk bergabung dalam program pemusatan latihan nasional (Pelatnas) proyeksi Asian Games 2018.

Sekretaris Umum PSTI Sulsel, Nukhrawi Nawir di Makassar, Sabtu, mengatakan para atlet dan pelatih itu sudah bergabung dan diharapkan bisa fokus mengikuti dan menjalankan seluruh program secara seksama demi menjaga peluang lolos dan memberikan prestasi bagi tim merah putih.

"Ada tiga atlet sepak takraw Sulsel dan serang pelatih yang berhasil bergabung dalam pelatnas Asian Games. Ini tentu sebuah kebanggaan dan patut kita syukuri," katanya.

Adapun ketiga atlet yang terpilih bergabung dalam pelatnas itu masing-masing Nofrizal, Muhammad Hardiansyah Muliang dan Kusnelia. Ketiga atlet memang memiliki banyak pengalaman berlaga di ajang internasional seperti SEA Games.

Sementara untuk pelatih yakni Nur Qadri Yanti yang merupakan mantan atlet dan juga memiliki segudang pengalaman berlaga di berbagai ajang internasional.

Mengenai status ketiga atlet, mantan sekretaris umum KONI Sulsel itu mengatakan masih dalam tahap seleksi atau belum ditetapkan dalam posisi inti. Artinya masih berlaku sistem promosi degradasi untuk mencari atlet yang paling potensial untuk meraih medali di ajang olahraga terbesar se-Asia tersebut.

Namun demikian, pihaknya mengaku optimistis dengan kemampuan dan pengalaman atlet Sulsel yang dianggap layak berkostum timnas di ajang tersebut.

Dirinya bahkan cukup percaya diri minimal bisa meloloskan dua dari tiga atlet yang kini tengah bersaing dengan atlet dari berbagai daerah di pemusatan latihan di Sukabumi.

"Perkiraan kami bisa lolso dua orang yakni satu putra dan putri. Kita juga berharap dukungan dan doa masyarakat agar atlet kami bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya dan terpilih dalam tim utama Asian Games nanti," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar