Visi-misi petahana pilkada Jeneponto dibedah akademisi

id Pilkada jeneponto,Visi misi calon bupati jeneponto,Iksan iskandar

Bupati Jeneponto Iksan Iskandar (Istimewa)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Visi-misi dan program petahana Iksan Iskandar Kr Ninra berpasangan dengan H Paris Yasir di Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan dibedah akademisi.

"Kedepan Jeneponto harus segera melepaskan statusnya sebagai daerah tertinggal. Dari sejumlah program serta visi misi petahana ini cukup menarik dibedah untuk diberikan masukan," tutur pengamat komunikasi politik dari Universitas Muhammadiyah Makassar, Arqam Azikin di Makassar, Sabtu.

Dalam dialog publik mengangkat tema bedah visi misi petahana, lanjut Arqam, bila melihat capaian-capai program petahan yang selama ini berjalan sudah ada peningkatan namun belum dijalankan secara maksimal.

Selain itu capaian kinerja Iksan selama menjabat bupati yang tertuang dalam visi-misi tersebut cukup baik seperti layanan air minum pedesaan dan perkotaan mencapai 76,6 persen hingga 2017 meningkat 10.3 persen. Bahkan di awal 2013 hanya 66,30 persen.

Kemudian bila dilihat realisasi investasi di Jeneponto cukup meningkat tajam mencapai Rp642,7 milyar di 2017 dibarengi peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat yang signifikan hingga mencapai rata-rata nasional.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi Jeneponto pada 2016 sebesar 8,4 persen, sementara diawal menjabat 2013 hanya sebesar 6,3 persen. Meski ada peningkatan hingga dua persen, namun sebaiknya itu ditingkatkan lebih besar di masa selanjutnya bila terpilih kembali.

"Indeks Gini Ratio dan angka kemiskinan berdasarkan data dalam dokumen visi misi ini juga terlihat mengalami penurunan, begitupun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga terjadi peningkatan," katanya.

Angka buta aksara berkurang, harapan lama sekolah meningkat dan masih banyak yang lain. Saya kira ini prestasi yang menggembirakan dan patut diapresiasi," tambah Arqam.

Merujuk dari data Badan Pusat Statistik, IPM Jeneponto meningkat dari 60,55 pada 2013 menjadi 61,81 pada 2016. Tingkat partisipasi angkatan kerja meningkat dari 61,96 persen pada 2013 menjadi 63,25 persen pada 2016. Sementara angka kemiskinan turun cukup besar dari 58.100 jiwa pada 2013 menjadi hanya 55.320 jiwa pada 2016.

"Hal ini menunjukkan bahwa program-program pengentasan kemiskinan di Jeneponto telah berhasil diterapkan oleh Pak Bupati. Saya berharap periode berikutnya bila terpilih, menantang Pak Iksan harus bisa menurunkan angka kemiskinan menjadi 25 ribu jiwa," papar dosen Ilmu Politik Unismuh Makassar itu.

Ungkapan Senada disampaikan pengamat kebijakan publik Dr Abdi. Dirinya mengemukakan bahwa dari hasil bedah program dan visi misi jelas ada perubahan dimasa pemerintahan Iksan Iskandar. Meski demikian peningkatan tersebut tidak terlalu signifikan.

Selain itu, petahana dinilai berani mengambil sikap untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat Kabupaten Jeneponto yang selama berusaha keluar dari stigma kabupaten tertinggal di Sulsel termasuk membuka diri atas kritik terbuka dari masyarakat.

"Banyak bupati tidak berani mengungkap visi misinya karena takut dikritik. Saya kira pribadi pak Iksan terbuka dan tidak anti kritik, saya kira sosok seperti beliau patut mendapat apresiasi," tambah Abdi.

Sementara Direktur Lembaga Survei Indeks Politica Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir menyebutkan Kabupaten Jeneponto sesungguhnya telah berhasil keluar dari status tertinggal selama masa jabatan Iksan Iskandar.

"Berdasarkan Riset kami di Jeneponto selama tiga tahun terakhir menunjukkan tingkat kepuasan publik yang cukup tinggi selama dipimpin Iksan Iskandar. Masyarakat Jeneponto juga tidak lagi merasa hidup dalam ketertinggalan," katanya.

Suwandi menilai capaian semua sektor selama petahana menjabat cukup baik, bila dilihat dari hasil riset serta tertuang dalam visi misi Iksan Iskandar tengah berjuang untuk keluar dari status Daerah tertinggal di Sulsel.

"Sejak 2013 pak Iksan Iskandar berjuang agar keluar dari status daerah tertinggal, bila dilihat hasil riset, selama menjabat capaiannya cukup baik pada semua sektor meski ada yang kurang karena tidak semua kabupaten sempurnam," ulas dia. 
Pewarta :
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar