wali kota apresiasi seminar nasonal darurat LGBT

id Makassar, wali kota, H Syamsu Rizal, LGBT

Plt Wali Kota Makassar H Syamsu Rizal pada Seminar LGBT di Unhas (Foto / Muh Hasanuddin)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Makassar Syamsu Rizal MI mengapresiasi seminar nasional darurat lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) yang diselenggarakan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Hasanuddin.

"Fenomena LGBT selama beberapa tahun terakhir ini semakin ramai diperbincangkan dan di Indonesia khususnya beberapa daerah muncul desakan-desakan dari kalangan tertentu agar mengakui keberadaan mereka dan ini cukup berbahaya," ujar Syamsu Rizal di Makassar, Minggu.

Ia mengatakan, fenomena LGBT yang terjadi sekarang ini merupakan bentuk teror pelecehan seksual pada anak dan terus menyebar luas di kalangan masyarakat khususnya di Makassar.

Bagi dirinya, LGBT bukan saja memperihatinkan namun fenomena ini dinilai cukup mengerikan karena saling berkaitan dan berdampak runtuhnya moral, iman dan generasi ke depan.

"Kita adalah orang-orang yang beragama dan dalam agama kita, agama Islam sangat jelas perbuatan dosa sesama jenis itu. Kalau sekarang lebih dikenal LGBT, dulu itu adalah hubungan sejenis itu perbuatan dosa dan dampaknya nanti kepada anak-anak cucu di masa mendatang," katanya.

Deng Ical -- sapaan akrab Syamsu Rizal ini berharap pada seminar nasional tentang darurat LGBT yang bertemakan bahaya dan solusi untuk menyelamatkan generasi bangsa ini menghasilkan solusi tepat dalam penanganannya.

"Apresiasi ini diberikan karena kami menganggap bahwa kegiatan tersebut sangat membantu pemerintah dalam memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang bahaya LGBT," tuturnya.

Ia juga berharap, semua pihak bisa semakin mengokohkan perannya termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai lembaga yang dibentuk oleh masyarakat yang membina masyarakat, menjaga originalitas akidah Islam.

Karena menurut dia, jika pondasi agama yang telah tertanam kuat kepada anak-anak di masa mendatang, akan mampu menangkal fenomena menyimpang itu yang sekarang diperjuangkan oleh segelintir orang.
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar