Mapin: Sistem informasi geospasial Indonesia tertinggal jauh

id ketua umum mapin,dewayani sutrisno,Sistem informasi geospasial Indonesia,mapin sulsel

Prof Dewayani Sutrisno (FOTO/Istimewa)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Ketua Umum Masyarakat Ahli Penginderaan Jauh (Mapin) Pusat Prof Dewayani Sutrisno mengatakan dunia penginderaan jauh dan sistem informasi geospasial Indonesia tertinggal jauh dibandingkan negara-negara tetangga.

Prof Dewayani Sutrisno di Makassar, Senin, mengatakan Indonesia belum memiliki satelit operasional yang bisa digunakan dalam sistem penginderaan jauh.

"Bayangkan saja, Indonesia kalah dengan Vietnam yang baru merdeka tapi sudah punya 4 satelit sendiri. Masa kita masih beli data dari Singapura. Kita memang sudah punya satelit tapi satelit riset yang bersifat surveilans," katanya pada apelantikan pengurus MAPIN Sulsel periode 2017-2021.

Ia menjelaskan, pada 1990-an dunia ruang angkasa Indonesia mengalami kemajuan pesat, di mana saat itu telah dirancang Roket Kartika 1 hasil kerja sama ITB dan AURI.

Namun pencapaian tersebut mengalami kemandekan sebab banyak ahli satelit dan ruang angkasa yang telah disekolahkan oleh Prof Dr Ing BJ Habibie, yang kala itu menjabat Menteri Riset dan Teknologi, tidak kembali bekerja di Tanah Air, tetapi bekerja atau berdiaspora di negara luar.

Prof Dewayani menyatakan beberapa masalah dan tantangan yang dihadapi Indonesia terkait dengan penginderaan jauh yaitu Indonesia masih rentan terhadap pelanggaran perbatasan, pelanggaran pemanfaatan sumber daya alam, daya saing teknologi satelit remote sensing yang lemah, pengawasan pembangunan dan pemanfaatan wilayah terdepan yang lemah, serta beberapa hal yang berhubungan dengan kondisi lahan.

Sementara itu, Masyarakat Ahli Penginderaan Jauh (MAPIN) Komisariat Sulawesi Selatan menggelar Pelantikan Pengurus Periode 2017 - 2021.

Acara ini diawali dengan sambutan Dekan Fakultas Pertanian, Prof Dr Ir Sumbangan Baja MPhil yang juga Ketua Penasehat MAPIN Sulsel.

Dalam sambutan singkatnya, Prof Sumbangan Baja, Ph.D., mengatakan organisasi Mapin telah cukup lama didirikan sejak t1990, dan tak berselang lama dibentuk di Sulsel. Mapin juga sudah tersertifikasi secara nasional dan internasional.

"Saya sendiri sudah cukup lama menjabat Ketua Mapin. Mungkin sayalah ketua terlama di Indonesia, sejak 2003. Artinya sudah 15 tahun," ujarnya.

Pengurus Mapin Sulsel Periode 2017 ? 2021 yang dilantik langsung yakn Ketua Umum Dr Eng Ilham Alimuddin, ST MGIS, Ir Annas Boceng MSi (wakil ketua I), Dr Samsu Arif, MSi (wakil ketua II), Sarip Hidayat, SPi MT (wakil ketua III), Sekretaris yakni Surni SSi MSi serta Bendahara Dr Nurmiyati Amin, SP MP.

Pengurus periode 2017 - 2021 juga dilengkapi dengan enam bidang, yaitu: Bidang Organisasi, Bidang Kerjasama dan Kemitraan, Bidang Komunikasi dan Publikasi, Bidang Pengembangan Teknologi, Bidang Pengembangan Aplikasi, Bidang Pendidikan dan Pelatihan, serta enam orang koordinator wilayah pengembangan.
Pewarta :
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar