pengangguran di Sulbar bisa picu kamtibmas

id pengangguran,bps sulbar,kamtibmas,bps

Badan Pusat Statistik (Antara News)

Mamuju (Antaranews Sulsel) - Angka pengangguran yang tinggi di Provinsi Sulawesi Barat dinilai bisa memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang sudah tercipta baik.

"Tingginya tingkat pengangguran merupakan faktor utama yang bisa menjadi pemicu dan menjadi penyebab timbulnya gangguan (Kamtibmas)," kata Kapolda Sulbar Brigjen Drs Baharudin Djafar, M.Si di Mamuju, Rabu.

Dia mengatakan itu pada rapat koordinasi penanggulangan pengangguran dalam rangka hari kamtibmas melalui pelatihan satpam di wilayah hukum Polda Sulbar.

Kapolda mengatakan, gangguan keamanan yang dapat terjadi seperti aksi unjuk rasa terkait tuntutan pekerjaan, dan juga dapat memicu terjadinya konflik yang dilatarbelakangi dengan isu kecemburuan sosial ekonomi.

Menurut dia, untuk dapat meminimalisir ancaman gangguan kamtibmas tersebut maka diperlukan kerjasama Polri dengan Pemerintah setempat untuk mengatasi masalah pengangguran agar tidak berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.

"Adapun implementasi dari langkah-langkah yang harus dilakukan yaitu menyusun rencana kerja kegiatan kemitraan dengan pengelola perusahaan serta dan perlu dikumpulkan bahan keterangan terkait jumlah pengangguran, tingkat pendidikan masyarakat, jumlah lapangan kerja melalui forum diskusi maupun sosialisasi," katanya.

Ia mengatakan, melalui pelatihan satpam yang digelar oleh satuan binmas maka ini sudah merupakan langkah awal untuk membuka peluang kerja bagi masyarakat yang menganggur, harapannya pemerintah daerah maupun pengelola perusahaan siap menampung para pekerja yang telah di didik melalui pelatihan satpam.

Direktur Binmas Polda Sulbar, Kombes Pol Yoyoh Indayah, mengatakan, langkah-langkah upaya tersebut diharapkan menjadikan salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan maraknya pengangguran yang terjadi di lingkungan masyarakat, sekaligus sebagai salah satu upaya Polres dalam memelihara stabilitas kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum kita.
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar