FKIP Unismuh bersiap hadapi revolusi industri

id fkip unismuh,singapore ploytechnic,revolusi industri,overseas social innovation project,erwin akib,makassar

Peserta overaeas social innovation projetct berfoto bersama di Makassar, Selasa (13/3). (FOTO/Unismuh)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Makassar bersama Singapore Polytechnic menggelar kegiatan bertajuk "Overseas Social Innovation Project" dalam rangka persiapan menghadapi era revolusi industri 4.0.

Dekan FKIP Unismuh Erwin Akib di Makassar, Selasa, mengatakan acara yang akan berlangsung selama 12 hari ke depan tersebut melibatkan 27 mahasiswa dari Singapore Polytechnic, tiga dosen Singapore Polytechnic.

"Arus globalisasi sudah tidak terbendung masuk ke Indonesia. Disertai dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, dunia kini memasuki era revolusi industri 4.0, yakni menekankan pada pola digital economy, artificial intelligence, big data, robotic dan lain sebagainya atau dikenal dengan fenomena disruptive innovation," kata Erwin.

FKIP Unismuh melalui Unit Kerja sama dan Publikasi Internasional (UKPI) merekrut sebanyak 27 mahasiswa dari berbagai fakultas yang ada di Unismuh Makassar.

FKIP Unismuh Makassar sendiri sengaja merekrut mahasiswa dari berbagai fakultas yang ada di Unismuh Makassar agar semua pihak mampu ikut terlibat dalam kegiatan tahunan yang berskala internasional.

Ia menjelaskan dengan tantangan yang semakin berat ke depan, seluruh mahasiswa harus dari sekarang meningkatkan kompetensinya. Termasuk berkolaborasi dan belajar dari mahasiswa dan dosen Singapura yang lebih maju dalam hal teknologi.

"Untuk itu kita berharap agar mahasiswa khususnya Unismuh, memanfaatkan momen ini semaksimal mungkin," katanya.

Sementara itu perwakilan dosen dari Singapore Polytechnic menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran FKIP Unismuh Makassar.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno telah menjelaskan tentang pentingnya revolusi industri 4.0 yang justru mampu mengoptimalkan seluruh teknologi serta pemangku kepentingan dengan kerja sederhana.

Menurut dia, kekuatan atau perusahaan yang besar dan kokoh pada akhirnya bisa ambruk dengan orang yang kecil namun penuh inovatif seperti yang terjadi pada Blue Bird dan Go-car.

"Banyak contoh namun yang ingin saya katakan, revolusi industri 4.0 ini paling memberikan efek begitu besar dan mampu memorak-porandakan. Sebab melalui teknologi digitalisasi data analitik, itu bisa mengoptimalkan seluruh teknologi atau `stakeholder` yang ada dengan sederhana," sebut dia.
Pewarta :
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar