Sulsel berharap mendapat anggaran ikuti Piala Kartika

id judo,pjsi sulsel,kejurnas judo piala kartini,karya djusaid

cabang olah raga judo (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Pengurus Provinsi Persatuan Judo Seluruh Indonesia Sulawesi Selatan mengharapkan mendapat anggaran yang mencukupi agar bisa memberangkatkan atlet lebih banyak berlaga di Kejurnas Piala Kartika pada Mei 2018.

Ketua Bidang Kepelatihan PJSI Sulsel, Karya Djusaid di Makassar, Kamis, mengatakan keterlibatan atlet di kejurnas sangat penting untuk mendapatkan poin agar bisa tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di Papua.

"Kami berharap bisa menurunkan lebih banyak atlet agar bisa mendapatkan tammbahan poin untuk memenuhi batas yang ditetapkan guna lolos PON 2020. Namun semua itu tergantung anggaran yang tersedia," katanya.

Ia menjelaskan, pihaknya terus melaksanakan program latihan secara rutin untuk meningkatkan kualitas atlet. Ini sebagai upaya agar saat diturunkan di kejurnas, para atlet bisa tampil maksimal dan meraih prestasi terbaik.

Untuk penilaian di kejurnas sendiri, kata dia, memang begitu besar bahkan bisa mencapai 1.200 poin jika mampu meraih medali emas.

Dengan besarnya poin yang disiapkan, katanya, maka para atlet dari berbagai daerah saat berlomba bersemangat untuk bisa tampil dan meraih prestasi terbaik.

"Poin yng disiapkan di kejurnas memang besar sehingga bisa mendongkrak peringkat atlet. Tetapi soal berapa atlet yang kita berangkatkan melihat kondisi dana yang ada," jelasnya.

Pada PON 2016 di Jawa Barat, Sulsel diperkuat sejumlah atlet yang dinyatakan lolos seperti Rilam Mannan berpasangan dengan Rizal Page berhasil menempati peringkat kedua di kategori kelas nage no kata.

Selanjutnya pasangan pasangan Hj Nur Asriani dan Faradiba Amaliah yang berhasil menempati peringkat empat di kategori kelas juno kata.

Termasuk Aditya Wahyudi yang mampu memberikan medali emas bagi kontingen Sulawesi Selatan di ajang empat tahunan tersebut pada kelas -60 kg putra.
Pewarta :
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar