
Mamuju bentuk tim terpadu atasi sampah pascabanjir

Mamuju (Antaranews Sulbar) - Pemeirntah Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat membentuk tim terpadu untuk mengatasi sampah pascabanjir bandang yang melanda kawasan itu beberapa waktu lalu.
"Salah satu persoalan yang masih ditinggalkan pascabencana banjir di beberapa wilayah dalam Kota Mamuju, adalah sampah kiriman berupa material bangunan dan batang pohon yang menumpuk di beberapa titik yang masih berpotensi menyumbat aliran air dari sungai menuju ke laut, diantaranya dibawah jembatan Simbuang dan sekitar Jembatan Karema," kata Wakil Bupati Mamuju Irwan SP Pababari, Selasa.
Tim terpadu yang dibentuk untuk mengantisipasi banjir susulan yang berpotensi terjadi menyusul banyaknya tumpukan sampah tersebut, terdiri dari unsur teknik diantaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan (DLHK) serta Dinas Sosial.
Tim yang dipimpin langsung Wakil Bupati tersebut, sejak Selasa pagi langsung menyisir lokasi dan melakukan pembersihan sungai serta drainase yang tersumbat material yang terbawa banjir bandang beberapa waktu lalu.
Di titik pertama yang berada berada di sekitar pemukiman warga di Lingkungan Simbuang, tim terpadu yang terdiri personel DLHK, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, Satgas Mamuju mapaccing (PUPR) dan warga melakukan pembersihan dengan menggunakan satu alat berat.
Di titik kedua yakni di kawasan Jembatan Simbuang, tim yang bekerja sejak Selasa pagi hingga sore tersebut terlihat membersihkan material sampah yang cukup besar yang tersangkut di sungai tepatnya yang berada di bawah jembatan dengan menggunakan alat seadanya.
Walaupun sebagian wilayah Kota Mamuju sempat diguyur hujan, namun ratusan warga bersama anggota tim terpadu tetap tidak bergeming dan terus mengangkat tumpukan sampah dan material yang sempat terbawa banjir bandang.
"Pembersihaan akan kembali dilakukan usai singkronisasi terhadap pelibatan seluruh `stakeholder` telah dimantapkan karena persoalan pascabanjir sudah berkenaan dengan kepentingan bersama, olehnya semua harus terlibat termasuk juga dibutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat," ujar Irwan SP Pababari.
Banjir badang yang menerjang sebagian wilayah Kota Mamuju pada Kamis pagi (22/3) disebabkan tingginya curah hujan yang melanda kawasan itu sejak Kamis dini hari hingga pagi.
Banjir disertai lumpur itu menyebakan rumah warga di lima kelurahan pada dua kecamatan di Kabupaten Mamuju yang dihuni 819 KK atau 3.322 jiwa rusak.
Dari data yang dihimpun, tercatat 548 rumah warga terdampak akibat diterjang banjir bandang.
Banjir juga menjebol gudang milik Bulog Divre Mamuju yang menyebabkan ratusan ton beras rusak.
Pewarta : Amirullah
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
