Antisipasi kontraksi harga jelang Ramadhan

id Antisipasi kontraksi harga,jelang Ramadhan,gubenur sulsel,syahrul yasin limpo

STOK BERAS SULSEL HADAPI RAMADAN Buruh perempuan memindahkan beras dari truk ke gudang penyimpanan Bulog Divre Wilayah Sulselbar di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (5/4). Menurut Dinas Ketahanan Pangan setempat stok beras yang disimpan di gudang Bulog Sulselbar kini mencapai 40 ribu ton dan mampu bertahan sampai ramadahan hingga lebaran tahun ini guna memenuhi kebutuhan warga Sulsel. ANTARA FOTO/Darwin Fatir/18. (ANTARA FOTO/DARWIN FATIR)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengantisipasi kontraksi harga sembilan bahan pokok (sembako) menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1439 H.

"Kita melakukan antisipasi karena beberapa hari lagi kita akan puasa, berapa stok (sembako) yang ada dan berapa yang ada di kabupaten, ini harus jelas semuanya," kata Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo usai memimpin Rapat Koordinasi Identifikasi Barang Kebutuhan Pokok Masyarakat Menjelang Puasa dan Idul Fitri 1439 H di Makassar, Kamis.

Sejak awal, kata Syahrul, masalah stok dan harga harus jelas, sehingga jika ada masalah pihaknya bisa segera mengambil langkah taktis yang dibutuhkan.

"Misalnya, biasanya yang bersoal itu kan BBM atau Elpiji, jadi dari awal kita melakukan `setting` kalau kita semua waspada, masalah bisa diantisipasi," ujarnya.

Pihaknya, lanjut Syahrul, memastikan kontrol terhadap ketersediaan stok penyangga dan kelancaran distribusi. Sementara mengenai fluktuasi harga, tuturnya, hal itu biasa terjadi, sepanjang masih dalam batas yang wajar.

"Ini kan kesempatan buat pedagang juga untuk mendapatkan keuntungan," imbuhnya.

Pihak pemprov, tambahnya, akan menentukan batas toleransi kenaikan harga dan langkah intervensi apa yang dilakukan sesuai dengan kenaikan yang terjadi di lapangan. Misalnya apakah perlu dilakukan operasi pasar, atau cukup dengan menggelar pasar murah.

Syahrul mengatakan pihaknya memegang kendali terhadap pemenuhan kebutuhan dasar rakyat selama ini, yaitu sembilan bahan pokok dengan 22 variabelnya.

"Selama sepuluh tahun ini tetap konsisten dijaga oleh pemerintah provinsi, para bupati, wali kota dan Alhamdulillah tidak pernah ada gejolak, dan itu karena ada kebersamaan para produsen dan distributor juga BUMN," pungkas Syahrul.

Rapat Koordinasi Identifikasi Barang Kebutuhan Pokok Masyarakat Menjelang Puasa dan Idul Fitri 1439 H ini diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan diantaranya para Kepala OPD, BUMN, serta produsen dan distributor bahan kebutuhan pokok.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar