
Mensos bantu Rp43 miliar di Pinrang

Pinrang (Antaranews Sulsel) - Menteri Sosial Idrus Marham menyerahkan bantuan sosial non tunai program keluarga harapan (PKH) dan bansos pangan beras prasejahtera (rastra) senilai Rp43 miliar di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.
Mensos Idrus Marham di Pinrang, Sabtu, menyampaikan salam kesejahteraan dari Presiden Joko Widodo agar bantuan yang diserahkannya digunakan sebaik mungkin.
"Saya membawa komitmen dari presiden yang secara tegas meminta agar program prioritas nasional yang menjadi tugas dan kewajiban Kementerian Sosial dikawal dengan sungguh-sungguh dan serius," jelasnya.
Ia mengatakan, dalam tugasnya sebagai menteri sosial itu, dirinya diamanatkan lima hal yakni, pertama, memastikan anak-anak penerima bantuan PKH sekolah menerima prestasi. Setiap anak berprestasi harus diberikan penghargaan.
Kedua, memastikan bansos yang diterima sesuai dengan ketentuan yang ada dalam program. Ia mencontohkan, bansos PKH besarnya Rp1.819.000 per keluarga penerima manfaat (KPM) per tahun dan dicairkan empat kali dalam setahun.
Maka, bantuan dengan nilai itu harus sesuai dengan pedomannya atau bantuan beras sejahtera diterima sebanyak 10 kilogram (kg) tanpa ada pembayaran satu peser pun.
Ketiga, Presiden Joko Widodo memberi instruksi untuk cek dan ricek lagi di lapangan agar uang bansos digunakan sesuai dengan ketentuan, mengawal dan memastikan bahwa dana tersebut dibelanjakan kebutuhan pendidikan, perbaikan gizi anak anak.
Keempat, apabila ada yang menggunakan bantuan tidak sesuai ketentuan yang ada maka bantuan tidak dilanjutkan kepada ibu yang melakukan pelanggaran.
Kelima, memastikan seluruh anak bangsa yang berprestasi mendapatkan penghargaan dari pemerintah agar anak tersebut mendapatkan kebanggaan.
Adapun bantuan sosial yang diserahkan ke Kabupaten Pinrang pada tahun 2018 dengan total Rp43.489.070.000,- terdiri atas bantuan PKH reguler sebesar Rp20.408.220.000 bagi 10.798 KPM, bantuan sosial Beras Sejahtera (Rastra) sebesar Rp22.182.600.000 bagi 16.805 keluarga.
Kemudian bantuan sosial disabilitas sebesar Rp70.000.000 bagi 35 jiwa, bantuan sosial lansia terlantar sebesar Rp648.000.000 dan bantuan hibah dalam negeri sebesar Rp180.250.000 bagi 2.052 keluarga dan 30 anak KPM berprestasi.
Diakhir acara, setelah memberikan secara simbolis beasiswa untuk 10 anak berprestasi, Mensos menceritakan masa kecilnya yang cukup sulit karena terlahir dari keluarga petani,
"Saya dulu sekolah pakai seragam bekas dan memakai sandal, namun selalu juara kelas," ceritanya dihadapan para warga di tanah kelahirannya Kabupaten Pinrang.
Mensos berpesan agar semua bantuan digunakan sebaik-baiknya terutama untuk anak-anak yang memang menjadi generasi penerus bangsa.
"Alhamdulillah saya ditunjuk sebagai menteri sosial, maka saya akan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab karena memang saya lahir dari proses itu jadi tidak begitu sulit saya kerjakan", pungkasnya.
Hadir dalam acara tersebut Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dirjen Penanggulangan Fakir Miskin, Direktur Jaminan Sosial Keluarga, Direktur Pesisir, Pulau-Pulau Kecil dan Perbatasan Antar Negara, Kepala BBPPKS Makassar, Wakil Bupati Pinrang, Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan dan Dinas Sosial Kabupaten Pinrang.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
