Pelajar Gorontalo pukau penonton Matsuyama Spring Festival di Jepang

id pelajar gorontalo,smp negei 1 tilongkabila,Matsuyama Spring Festival,jepang

Arsip: Karnaval Budaya ICE Sejumlah seniman asal Kota Banda Aceh memainkan musik rebana dalam Karnaval Budaya di Lapangan Merdeka Ambon, Maluku. (ANTARA FOTO/Embong Salampessy)

Gorontalo (Antaranews Sulsel) - Pelajar SMP Negeri 1 Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, menampilkan pertunjukan musik etnik tradisisonal Gorontalo mampu memukau masyarakat Jepang dan penonton pada acara Matsuyama Spring Festival di Jepang, Minggu.

Melalui rilis yang diterima ANTARA di Gorontalo, alat musik yang ditampilkan adalah Polopalo, Bonggo, Towohu hingga rebana marwasi.

"Siswa siswi SMPN 1 Tilongkabila, yakni Mohammad Ikbal Djafar, Wahyu Ladiku, Mastin Taib, Nabila Nur Indah Dunggio, dan Megista Patuti mampu tampil memukau dihadapan ratusan budayawan Jepang," ungkap Bupati Bone Bolango Hamim Pou yang mendampingi para pelajar SMP Negeri 1 Kabila pada acara itu.

Bupati menceritakan, kolabirasi alat musik tradisonal Gorontalo, Polopalo, Bonggo, Towohu hingga rebana marwasi yang dimainkan mampu hangatkan suasana dingin di Jepang.

Alat musik yang dimainkan siswa siswi itu tidak hanya mengiringi lagu daerah Gorontalo. Namun beberapa lagu asal Jepang seperti Anata Kokoromoto juga dikolaborasikan dengan lantunan alat musik tersebut.

"Hal ini yang membuat budayawan Jepang banyak memberi pujian kepada adik-adik siswa ini saat tampil mewakili Indonesia. Bahkan puluhan Warga Negara Indonesia (WNI) di Jepang turut hadir dan memberikan pujianya atas penampilan adik-adik siswa tersebut," kata Hamim, lagi.

Sebelumnya kelompok musik tradisonal SMPN 1 Tilongkabila, pernah tiga kali menjuarai ajang Festival Musik Tradisonal di tingkat nasional yang diselenggarakan di Palembang, Manado dan Surabaya. Hingga diutus Kementerian Pendidikan tampil di Jepang mewakili Indonesia.

Di tempat terpisah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bone Bolango, Marni Nisabu, mengatakan, menjadi suatu kebanggaan warga Gorontalo khususnya Bone Bolango yang mampu mewakili Indonesia untuk tampil di ajang internasional.

"Suatu kehormatan untuk kita bangsa Indonesia. Kami bangga atas prestasi yang diraih anak-anak hingga mampu tampil skala internasional," ujarnya.

Dia menambahkan, kegiatan melestarikan alat musik tradisional ini merupakan suatu keharusana.

"Penampilan memukau ini merupakan wujud dari kepedulian pemerintah daerah dalam memajukan kebudayaan musik etnik tradisonal di daerah ini," pungkas Marni.
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar