Warga Oksibil mengungsi karena situasi kamtibmas memanas

id warga mengungsi,oksibil,pegunungan bintang,papua,pascapembakaran rumah pribadi Bupati Constan Oktemka,situasi kamtibmas memanas

Warga blokade Bandara Oksibil (Foto: Humas Polres Pegunungan Bintang)

Jayapura (Antaranews Sulsel)  - Ratusan warga Oksibil, ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, memilih mengungsi karena situasi kamtibmas di daerah itu makin memanas pascapembakaran rumah pribadi Bupati Constan Oktemka, pada Kamis (12/4).

"Kami terpaksa mengungsi ke kawasan yang dianggap aman karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Marta, salah satu warga Oksibil yang dihubungi melalui telepon genggamnya dari Jayapura, Jumat.

Ia mengatakan pihaknya terpaksa mengungsi karena situasi kamtibmas di Oksibil tidak menentu dan sewaktu waktu bisa memanas dan kami tidak bisa keluar karena tidak ada pesawat yang mendarat.

Massa melakukan aksi blokade jalan menuju Bandara Oksibil sejak Kamis (12/4) petang,  yang sempat dibuka pada Jumat (13/4), namun kini kembali dipalang.

Sementara itu, Danrem 172/Praja Vira Yakti Kol Inf Binsar Sianipar secara terpisah kepada Antara mengatakan kini  kondisi keamanan sudah mulai kondusif setelah pertemuan dengan masyarakat pendemo.

"Bahkan sedang difasilitasi keinginan masyarakat yang meminta Penjabat Gubernur Papua Soedarmo untuk hadir di tengah masyarakat, sekaligus berkunjung ke Oksibil," kata Kol Inf Sianipar.

Ia menambahkan, pertemuan masyarakat Oksibil dengan Penjabat Gubernur Papua dijadwalkan 20 April mendatang.

"Kondisi sudah kondusif, masyarakat yang sebelumnya berkelompok termasuk di bandara sudah pulang ke kampung masing masing dan saat ini kami sedang menuju tempat Bupati Oktemka berada bersama perwakilan DPRD, Dandim Wamena dan Kapolres Pegunungan Bintang," kata Kol Inf Sianipar yang mengaku sedang berada di Oksibil.

Kerusuhan terjadi di Oksibil berawal dari kekecewaan masyarakat yang ikut jalan santai dalam rangka HUT ke-15 Kabupaten Pegunungan Bintang yang berlangsung Kamis (12/4).

Usai mengikuti jalan santai ternyata hadiah (door prize) yang dijanjikan tidak ada hingga masyarakat marah dan membakar panggung beserta fasilitas yang ada di sekitarnya.

Seusai membakar panggung massa yang kecewa mencari Bupati Pegunungan Bintang Constan Oktemka namun tidak ketemu dan massa membakar rumah pribadi bupati.

Massa juga memblokade jalan akses Bandara Oksibil sehingga aktivitas di bandara sempat lumpuh.makin memanas pascapembakaran rumah pribadi Bupati Constan Oktemka, pada Kamis (12/4).

"Kami terpaksa mengungsi ke kawasan yang dianggap aman karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Marta, salah satu warga Oksibil yang dihubungi melalui telepon genggamnya dari Jayapura, Jumat.

Ia mengatakan pihaknya terpaksa mengungsi karena situasi kamtibmas di Oksibil tidak menentu dan sewaktu waktu bisa memanas dan kami tidak bisa keluar karena tidak ada pesawat yang mendarat.

Massa melakukan aksi blokade jalan menuju Bandara Oksibil sejak Kamis (12/4) petang,  yang sempat dibuka pada Jumat (13/4), namun kini kembali dipalang.

Sementara itu, Danrem 172/Praja Vira Yakti Kol Inf Binsar Sianipar secara terpisah kepada Antara mengatakan kini  kondisi keamanan sudah mulai kondusif setelah pertemuan dengan masyarakat pendemo.

"Bahkan sedang difasilitasi keinginan masyarakat yang meminta Penjabat Gubernur Papua Soedarmo untuk hadir di tengah masyarakat, sekaligus berkunjung ke Oksibil," kata Kol Inf Sianipar.

Ia menambahkan, pertemuan masyarakat Oksibil dengan Penjabat Gubernur Papua dijadwalkan 20 April mendatang.

"Kondisi sudah kondusif, masyarakat yang sebelumnya berkelompok termasuk di bandara sudah pulang ke kampung masing masing dan saat ini kami sedang menuju tempat Bupati Oktemka berada bersama perwakilan DPRD, Dandim Wamena dan Kapolres Pegunungan Bintang," kata Kol Inf Sianipar yang mengaku sedang berada di Oksibil.

Kerusuhan terjadi di Oksibil berawal dari kekecewaan masyarakat yang ikut jalan santai dalam rangka HUT ke-15 Kabupaten Pegunungan Bintang yang berlangsung Kamis (12/4).

Usai mengikuti jalan santai ternyata hadiah (door prize) yang dijanjikan tidak ada hingga masyarakat marah dan membakar panggung beserta fasilitas yang ada di sekitarnya.

Seusai membakar panggung massa yang kecewa mencari Bupati Pegunungan Bintang Constan Oktemka namun tidak ketemu dan massa membakar rumah pribadi bupati.

Massa juga memblokade jalan akses Bandara Oksibil sehingga aktivitas di bandara sempat lumpuh.
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar