45 pelukis adu kemampuan di Festival Merah Putih Kebun Raya Bogor

id Fmp, festival merah putih, kebhinekaan, fmp 2019, bogor, jawa barat, kemerdekaan

45 pelukis adu kemampuan di Festival Merah Putih Kebun Raya Bogor

Salah satu peserta tengah melukis karya bertemakan Kebhinekaan dan Indonesia Emas di trotoar Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Sabtu. (M Fikri Setiawan).

Bogor (ANTARA) - Sebanyak 45 peserta lomba lukis Festival Merah Putih (FMP) 2019 beradu kemampuan di sekitar trotoar atau pedestrian sekitaran Kebun Raya Bogor (KRB), Jawa Barat, Sabtu (10/8).

Wakil Ketua Umum Lomba Melukis FMP 2019 Faisal mengatakan, 45 pelukis itu berasal dari wilayah Jabodetabek. Masing-masing pelukis diberikan kanvas dan tinta lukis untuk membuat lukisan bertemakan 'Kebhinekaan dan Indonesia Emas'.

Menurut dia, faktor-faktor yang menjadi penilaian juri untuk hasil lukisan para peserta yaitu keselarasan antara objek lukisan dengan tema yang diusung oleh panitia FMP 2019.

"Seperti komposisi warna komposisi ruang mengikuti aturan baku dari seni lukis itu sendiri. Nanti lukisan hasil pemenang satu, dua, dan tiga akan dilelang," kata Faisal.

Sementara itu, Pengarah FMP 2019, yang juga merupakan Dandim 0606/Kota Bogor, Letkol Czi Aji Sujiwo mengatakan, Lomba Lukis itu merupakan rangkaian dari kegiatan FMP 2019 yang dilakukan satu bulan penuh memperingati hari kemerdekaan RI yang jatuh pada 17 Agustus.

"Tanggal 10 Agustus ini kami melakukan kegiatan melukis, setelah sebelumnya mengibarkan banyak bendera di ruas-ruas jalan Kota Bogor," ujarnya.

Menurut dia, kegiatan melukis ini digelar sebagai wadah bagi masyarakat untuk mengekspresikan rasa cinta terhadap tanah airnya dalam bentuk karya lukisan.

"Nanti lukisannya akan bisa dilihat oleh banyak orang, sehingga orang yang melihatnya menerima pesan mengenai rasa cinta tanah air," tuturnya.

Baca juga: 718 narapidana Pamekasan diusulkan menerima remisi kemerdekaan
Baca juga: 270 WNI peringati HUT RI di Tembok Besar China

Pewarta : M Fikri Setiawan
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar