Distan: kasus cacing hati hewan kurban Mataram meningkat

id cacing hati,kurban,mataram

Distan: kasus cacing hati hewan kurban Mataram meningkat

Petugas saat memilah hewan kurban yang telah dipotong di halaman Kantor Wali Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Minggu (11/8/2019). ANTARA/Nirkomala/aa.

Mataram (ANTARA) - Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H Mutawalli mengatakan, jumlah kasus cacing hati pada hewan kurban jenis sapi di Mataram pada Idul Adha 1440 Hijriah meningkat dibandingkan perayaan Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriah.

"Tahun lalu, jumlah kasus cacing hati yang ditemukan tim tidak sampai 10 ekor. Tapi pada tahun ini ditemukan sebanyak 12 kasus, itupun hasil laporan sampai H+2 Idul Adha," katanya kepada wartawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa.

Mutawalli merincikan, pada hari Minggu (11/8) jumlah hewan kurban yang terjangkit cacing hati sebanyak empat ekor ditemukan di Kekalik Jaya, Jempong Baru, dan dua ekor di Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela.

Sementara pada pemotongan H+2 Hari Raya Idul Adha, ditemukan delapan ekor yang terjangkit penyakit cacing hati, salah satunya di Kecamatan Cakranegara.

"Hati sapi yang terinfeksi cacing hati semuanya sudah dimusnahkan dengan cara dibakar oleh petugas untuk mengantisipasi agar tidak dikonsumsi masyarakat," katanya.

Dikatakan, meningkatnya temuan cacing hati ini dipengaruhi oleh makanan, karena banyak sapi yang ada digembalakan dengan cara bebas. "Artinya, dibiarkan di padang rumput dan makan dengan bebas," katanya.

Padahal, untuk menjaga kualitas daging sapi, rumput yang diberikan harus dicuci terlebih dahulu seperti halnya para peternak sapi yang menggunakan pola pemeliharaan kandang.

"Sebelum rumput diberikan ke sapi, rumput perlu dicuci dulu dan dicampur dengan dedak atau lainnya. Bila perlu, diperiksa dulu agar pakan benar-benar bersih," katanya.

Menurut dia, hewan kurban yang dipotong di Kota Mataram lebih banyak didatangkan dari luar Kota Mataram seperti Kabupaten Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur.

"Jadi kita tidak mengetahui sistem pemeliharaan yang diterapkan oleh peternak. Khusus untuk di Kota Mataram terdapat sekitar 2.000 ekor sapi. Namun, kita membatasi pemotongan khusus ternak yang ada di kota," katanya.

Hal ini dilakukan, tambah Mutawalli, untuk menjaga populasi ternak di Kota Mataram sekaligus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Mataram setiap tahun sebayak 1.000 ekor sapi pertahun dan 3.000 ekor kambing. 

Baca juga: Distan Banten temukan cacing hati di sejumlah daging hewan kurban

Baca juga: Sekitar 100 sapi kurban di Yogyakarta terinfeksi cacing hati

Pewarta : Nirkomala
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar