BPPT: Peringatan dini bencana untuk TV digital siap dikomersilkan

id peringatan dini bencana,News tv digital

BPPT: Peringatan dini bencana untuk TV digital siap dikomersilkan

Ilustrasi, TV Digital dalam kampanye Kominfo. (ANTARANEWS/Ardika)

Jakarta (ANTARA) - Sistem peringatan dini (Early Warning System) kebencanaan untuk televisi (TV) digital siap untuk dikomersialkan namun masih belum berjalan karena menunggu peraturan untuk mendukung pemakaiannya, kata Direktur Teknologi Elektronika Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Yudi Purwantoro.

"Sudah siap untuk dikomersialkan tapi sampai sekarang belum berjalan itu adalah 'early warning system' yang digunakan di TV digital itu tinggal menunggu peraturan kebijakan untuk penggunaan untuk TV digital di Indonesia," kata Yudi kepada wartawan, Jakarta, Rabu.

Dengan produk teknologi Early Warning System, maka akan muncul peringatan dini untuk sigap menghadapi bencana di semua televisi yang menggunakan sistem tersebut.

Dari laman bppt.go.id ciri-ciri dari sistem peringatan dini bencana yang baik memuat beberapa kriteria, yakni (1) informasi yang diberikan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, (2) penyampaian informasi yang cepat sehingga dapat mencegah jatuhnya korban yang lebih banyak serta kerusakan yang lebih besar pada infrastruktur, (3) informasi tersebut harus sampai ke setiap individu, (4) isi dari informasi dapat dimengerti, dan (5) informasi dapat diikuti dan dipatuhi oleh yang mendapatkannya.

Dengan EWS pada siaran tv digital, terang Yudi, daerah yang tidak terkena bencana tidak diblock siarannya oleh informasi bencana, jadi hanya daerah yang berpotensi bencana yang diblock.

Untuk daerah status awas, siaran tv digital diblock informasi bencana dan remote tidak aktif, agar warga segera mengungsi ke tempate aman. "Jadi orang bisa segera evakuasi, tidak malah nonton tv terus," katanya.

 

Sementara itu, Pusat Teknologi Rekayasa Industri Maritim mengembangkan teknologi desain kapal, infrastruktur pelabuhan dan dinamika pantai.

Direktur Pusat Teknologi Rekayasa Industri Maritim BPPT Taufiq Arif Setyanto mengatakan saat ini sedang berjalan kerja sama dengan Kementerian Perhubungan untuk pengembangan studi kelayakan (feasibility study) di Pelabuhan Tanjung Ular di Bangka.

Taufiq juga menuturkan saat ini sedang dijajaki kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan perikanan untuk desain kapal pengawas. Kemudian, sedang dilakukan penjajakan kerja sama dengan PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) di Pacitan dalam hal penggunaan salah satu lapis lindung dari infrastruktur pelabuhan, yakni BPPT-Lock.

Baca juga: Sistem peringatan dini kerentanan kebakaran harus jadi acuan
Baca juga: Sistem peringatan dini banjir rob BMKG jadi percontohan internasional

Baca juga: Aplikasi SIPD mudahkan warga Pontianak akses informasi bencana

 

Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar