Selasi dorong kakek-nenek dukung ibu menyusui

id ASI,ASI eksklusif,Sentra Laktasi Indonesia,Kementerian Kesehatan

Selasi dorong kakek-nenek dukung ibu menyusui

Ilustrasi - Sejumlah ibu menyusui bayinya dengan ASI saat Pekan Menyusui Sedunia 2019 di Taman Ekspresi, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/8/2019). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Sentra Laktasi Indonesia (Selasi) mendorong para kakek dan nenek untuk berperan mendukung ibu menyusui dalam program ASI eksklusif selama enam bulan dilanjutkan hingga 24 bulan dengan makanan pendamping ASI.

“Keberhasilan menyusui tak hanya dipengaruhi oleh ibu dan ayah tapi dipengaruhi juga oleh perlindungan dari nenek dan kakek,” kata Ketua Selasi dr Lily Sulistyowati dalam siaran pers Kementerian Kesehatan yang diterima di Jakarta, Jumat.

Dukungan nenek dan kakek dapat berupa edukasi kepada ibu menyusui, dukungan waktu menjaga bayi, dan menjamin keamanan serta kenyamanan kondisi ibu menyusui.

Dukungan nenek dan kakek dalam hal itu diperlukan, salah satunya untuk menghadapi tantangan kesehatan bayi di Indonesia.

“Menyusui adalah investasi terbaik untuk meningkatkan kesehatan anak. Maka diperlukan perlindungan sosial mulai dari rumah, tempat kerja, dan tempat publik, nenek, kakek, pimpinan kerja, teman, dan kelompok pendukung serta pihak lain untuk keberhasilan menyusui,” kata Lily yang pernah menjabat sebagai Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan itu.

Dewi Odjar Ratna Komala, seorang pengusaha sekaligus nenek dari tiga cucu itu, mengaku telah mengenalkan ASI kepada anaknya sejak remaja.

Bahkan, kata dia, ketika anaknya melahirkan, ibu anak tersebut selalu berdiskusi tentang ASI.

“Saya mungkin orang beruntung karena saya tahu tentang ASI, anak saya dua, cucu tiga, semuanya anak ASI. Jadi, menantu maupun anak saya tidak bermasalah ASI-nya karena sejak mereka sebelum hamil sudah saya kenalkan dengan ASI, kita selalu diskusi tentang ASI. Saya suka ajak mereka ke seminar-seminar ASI,” katanya.

Dewi mengaku sering mengajak berkomunikasi dengan cucunya sejak dalam kandungan.

Setelah cucunya lahir, ia membagi tugas dengan suaminya. Dewi bertugas memandikan sang cucu, sedangkan suaminya mempunyai tugas mengajak sang cucu berjemur.

Tak hanya kepada anak dan cucunya, Dewi pun memberikan pengetahuan tentang ASI kepada besan.

Dukungan dari nenek dan kakek dalam memberikan ASI, kata dia, akan memberikan kenyamanan bagi ibu menyusui dan tidak membuat ibu tertekan, sehingga ASI keluar dengan lancar.

Baca juga: Butuh peran ayah terkait pemenuhan hak anak atas ASI
Baca juga: KPPPA: Ibu menyusui perlu dukungan semua pihak

Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar