PDAM Bangka minta izin PT Timah manfaatkan air bersih Parit Tujuh

id PDAM Bangka usulan izin ke PT. Timah manfaatkan air bersih

PDAM Bangka minta izin PT Timah manfaatkan air bersih Parit Tujuh

Direktur PDAM Tirta Bangka, Suhendra (babel.antaranews.com/kasmono)

Sungailiat,Bangka (ANTARA) - Manajemen PDAM Titra Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, meminta izin PT Timah untuk memanfaatkan air bersih Parit Tujuh guna pemenuhan kebutuhan air bersih bagi pelanggan di wilayah Kecamatan Riau Silip.

"Usulan izin pemanfaatan sumber air bersih Parit Tujuh milik PT Timah itu karena distribusi bagi pelanggaran di wilayah Kecamatan Riau Silip berkurang," kata Direktur PDAM Tirta Bangka, Suhendra di Sungailiat, Senin.

Dia mengatakan, pihaknya terpaksa menghentikan distribusi air bersih bagi pelanggan di kecamatan tersebut karena air dari Gunung Maras yang menjadi sumber pasokan mengalami kekeringan.

Baca juga: ACT salurkan air bersih, atasi kekeringan di Langkat

"Kami terpaksa menghentikan distribusi air bersih karena selama musim kemarau sumber air dari Gunung Maras kering total," jelasnya.

Dia berharap usulan izin pemanfaatan air bersih tersebut segera dapat disetujui oleh PT Timah sehingga dapat memenuhi kebutuhan air bagi pelanggan di Kecamatan Riau Silip yang jumlahnya mencapai kurang lebih 1.000 sambungan.

Baca juga: Atasi krisis air bersih Satgas TMMD Tegal siapkan tangki air

Sedangkan sumber air di sejumlah tempat dianggap masih cukup aman untuk pelanggan meskipun mengalami penyusutan.

"Volume air di sejumlah sumber air untuk pelanggan memang mengalami penyusutan akibat kemarau, namun selain pelanggan di Kecamatan Riau Silip seperti di pelanggan di wilayah Kecamatan Sungailiat, Pemali distribusi air masih lancar," jelasnya.

Dia mengingatkan seluruh pelanggan PDAM, agar menggunakan air bersih sesuai dengan kebutuhannya hindari penggunaan air yang kurang bermanfaat.

Baca juga: BPBD Lebak terus salurkan air atasi krisis air bersih selama kemarau
 

Pewarta : Kasmono
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar