Malaysia serahkan 55 hunian sementara untuk korban bencana Palu

id Huntara, malaysia, palu

Malaysia serahkan 55 hunian sementara untuk korban bencana Palu

Hunian sementara disediakan Malaysia untuk korban bencana Kota Palu melalui Majlis Perundingan Pertubuhan Islam Malaysia (Mapim) di resmikan, Jumat (6/9/2019). (ANTARA/HO-Humas Pemkot Palu)

Palu (ANTARA) - Pendonor asal Malaysia menyerahkan 55 unit hunian sementara untuk membantu warga korban gempa, tsunami dan likuefaksi Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat.

Pejabat Pemerintah Kota Palu Imran Lataha saat menghadiri kegiatan itu, di Palu, Jumat mengatakan bantuan asal Malaysia di Banung di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, dan di beri nama Perkampungan Ummah yang ditangani oleh Majlis Perundingan Pertubuhan Islam Malaysia (Mapim).

"Tentunya bantuan ini sangat membantu masyarakat penerima manfaat, kami sebagai pemerintah daerah sangat mengapresiasi apa yang telah diberikan pihak pendonor, " ujar Imran yang juga Asisten Bidang Administrasi Umum Pemkot Palu.

Menurut dia, apa yang diberikan saat ini dapat menjadi contoh bagi lembaga-lembaga lain sebagai partisipan yang ikut terlibat memulihkan situasi bencana di Ibu Kota Sulawesi Tengah dan sekitarnya khususnya pemenuhan hak dasar.

Baca juga: Ada 915 bilik huntara PUPR untuk korban bencana Pasigala kosong

Baca juga: Huntara di Palu, Sigi dan Donggala alami masalah listrik


Dia juga mengimbau masyarakat penerima manfaat agar selalu menjaga fasilitas yang telah di sediakan sebagai sarana tempat tinggal meskipun sifatnya jangka pendek.

"Masyarakat harus bergotong royong menjaga kebersihan tempat ini serta fasilitas yang ada, jangan sampai pemanfaatannya tidak tepat," kata dia.

Huntara yang disediakan Malaysia, berbeda dengan huntara pada umumnya yang hanya bilik tanpa ada sekat. Hunian itu dilengkapi satu kamar tidur dan satu kamar mandi agar penghuninya merasa aman dan nyaman.

Dikemukakannya, pemulihan setelah gempa, tsunami dan likuefaksi di Kota Palu bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah semata, melainkan semua pihak untuk pemenuhan hak dasar hingga penyediaan sarana dan prasarana pendukung lainnya.

"Pemerintah memiliki keterbatasan, sehingga kehadiran lembaga-lembaga kemanusiaan ini sangat membatu dalam meringankan beban masyarakat," katanya menambahkan.

Selain Malaysia, sejumlah pihak juga telah berpartisipasi membangun huntara bahkan hingga bantuan hunian tetap untuk tempat tinggal permanen bagi korban bencana Palu.

Bantuan hunian tersebut diresmikan Ketua Pengarah Operasi Jakim Dato Haji Paimuzi bin Yahya.*

Baca juga: Ribuan bilik hunian sementara di Palu, Sigi dan Donggala belum terisi

Baca juga: Korban gempa Palu terima 12 unit huntara bambu

Pewarta : Muhammad Hajiji/Moh Ridwan
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar