Menkes ingin sinergi antarkementerian kembangkan inovasi kesehatan

id Nila Moeloek ,Kemenkes,Inovasi kesehatan

Menkes ingin sinergi antarkementerian kembangkan inovasi kesehatan

Menkes Nila Moeloek (tengah) melihat pameran inovasi kesehatan di Indonesia Health Tech Innovation di Jakarta Pusat, Selasa (10/9) (ANTARA/Prisca Triferna)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan Nila Moeloek ingin terjadi sinergi antarkementerian untuk memastikan terjadi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perkembangan inovasi sektor kesehatan seperti yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

"Tidak akan mungkin SDM ini akan berkualitas kalau disuruh hanya Kementerian Kesehatan saja," ungkap Menkes Nila Moeloek dalam acara "The 1st Technofarmalkes 2019: Indonesia Health Tech Innovation" yang diadakan di Hotel The Sultan, Jakarta Pusat, Selasa.

Nila mengambil contoh dalam kasus stunting, di mana peran Kemenkes mensosialisasikan langkah-langkah pencegahan. Perubahan perilaku masyarakat untuk menghadapi permasalahan tersebut, ujar Nila memberikan contoh, membutuhkan juga peran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Tidak hanya itu, Menkes juga mengangkat contoh bagaimana dibutuhkan hilirisasi untuk memastikan bahwa segala inovasi yang dilakukan dalam sektor kesehatan bisa berkembang lebih jauh.

Baca juga: Menkes sebut ubah perilaku sehat masyarakat perlu waktu

Kegiatan Indonesia Health Tech Innovation sendiri, menurut Nila, adalah bentuk upaya Kemenkes untuk menunjukkan pentingnya hilirisasi bagi industri kesehatan.

Nila mengakui bahwa memang saat ini mungkin domestik tidak bisa melakukan inovasi dengan teknologi tinggi, tapi Indonesia sudah terbukti bisa memulai dengan dasar-dasar terlebih dahulu seperti kain kasa, alat anastesi dan USG yang dibuat dalam negeri.

Dia berharap dengan acara tersebut, lembaga dan kementerian terkait yang bisa membantu mengembangkan industri kesehatan bisa ikut membantu ke depannya untuk memajukan inovasi kesehatan buatan dalam negeri.

Indonesia Health Tech Innovation adalah kegiatan dalam rangka mengembangkan inovasi kesehatan dan diadakan dua hari selama 10-11 September 2019.

Dalam acara tersebut dipamerkan beberapa inovasi kesehatan yang dibuat oleh berbagai lembaga negara, rumah sakit dan beberapa universitas seperti Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan Dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya dan Departemen Bedah Syaraf RS Hasan Sadikin.

Baca juga: Kemenkes terbitkan Pedoman Nasional Praktik Kedokteran cegah fraud
Baca juga: Menkes kagumi Celestine siswa penemu inovasi pengukur gula darah
Baca juga: Menkes siap teliti potensi Bajakah untuk kanker

Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar