Sandiaga dukung pimpinan baru perkuat KPK

id Sandiaga, dukung, pimpinan baru kpk, kpk, korupsi

Sandiaga dukung pimpinan baru perkuat KPK

Mantan cawapres RI Pemilu 2019 Sandiaga Uno saat ditemui di acara pembagian ambulans gratis bagi warga Jakarta Barat di kawasan Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (21/9/2019). (ANTARA/DEVI NINDY)

Jakarta (ANTARA) - Mantan calon wakil presiden RI Sandiaga Uno menyatakan dirinya mendukung pimpinan baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memperkuat institusi antirasuah tersebut.

"Yang sudah terpilih, kita bantu mereka untuk memperkuat KPK guna menghadirkan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi," ujar Sandiaga di Jakarta, Sabtu.

Sandiaga meminta institusi negara, juga elemen masyarakat untuk bersatu dan mendukung KPK agar lebih diperkuat, mengingat masih bergulirnya polemik revisi UU KPK.

Baca juga: Desakan Perppu KPK, Pakar: Setiap keputusan ada risiko politiknya

"Kita bersatu dan 'support', bantu KPK untuk benar-benar diperkuat sehingga agenda antikorupsi ini bisa berlanjut dengan baik ke depan," ujar mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu.

Baca juga: Masinton anggap pimpinan KPK 2015-2019 sudah tak ada

Sebelumnya, massa dari Masyarakat Peduli Demokrasi (MPD) dan Srikandi Milenial membentangkan bendera Merah Putih raksasa untuk mendukung Presiden Joko Widodo segera melantik pimpinan baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023, agar segera bekerja maksimal menangani kasus tindak pidana korupsi.

Komisi III DPR RI menyepakati Firli Bahuri menjadi Ketua KPK periode 2019-2023, setelah melakukan rapat antar-ketua kelompok fraksi di Komisi III DPR pada Jumat dini hari.

Baca juga: Jaksa Agung: Revisi UU KPK agar penegakan hukum lebih sehat

Sementara itu empat Wakil Ketua KPK adalah Nawawi Pamolango, Lili Pintouli Siregar, Nurul Ghufron, dan Alexander Marwata.

Baca juga: Jaksa Agung: Revisi UU KPK agar penegakan hukum lebih sehat
 

Revisi UU KPK, TII: potensi pintu masuk investor hitam


Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar