Ribuan massa buruh padati Jalan Gatot Subroto dekat DPR RI

id Massa buruh, demo buruh

Ribuan massa buruh padati Jalan Gatot Subroto dekat DPR RI

Ribuan massa buruh padati Jalan Gatot Subroto, Rabu siang. (ANTARA/Rangga)

Jakarta (ANTARA) - Ribuan massa buruh dari berbagai elemen memadati Jalan Gatot Subroto mulai dari Semanggi hingga di depan Restoran Pulau Dua, atau sekitar 200 meter dari gerbang utama Gedung MPR/DPR/DPD RI, Rabu siang.

Karena begitu banyaknya massa yang hadir, beberapa di antaranya sampai berjejalan di satu lajur jalan tol mengarah ke Slipi hingga diminta untuk kembali masuk ke dalam Jalan Gatot Subroto.

Baca juga: Puluhan ribu buruh dari 10 provinsi akan hadiri unjuk rasa di DPR

Baca juga: Massa buruh mulai tiba di simpang Jalan Gatsu - Jalan Pemuda

Baca juga: Jelang demo buruh, 2.000 petugas keamanan dikerahkan


Para buruh berunjuk rasa menyampaikan aspirasinya kepada anggota DPR RI yang baru saja dilantik, terkait isu-isu menyangkut kesejahteraan buruh seperti tolak upah murah hingga soal tingginya iuran BPJS kesehatan.

Kegiatan penyampaian aspirasi ini dijaga oleh ratusan aparat kepolisian dan TNI.

Salah satu orator buruh mengatakan harapannya agar aspirasi buruh betul-betul didengar dan diperjuangkan para anggota dewan periode 2019-2024.

"Kita buktikan kepada publik bahwa aksi buruh tidak perlu ditakuti. Kita aksi secara damai menyampaikan aspirasi kita," kata salah satu orator.

Selain berorasi, massa buruh banyak melantunkan lagu-lagu perjuangan melalui pengeras suara. Rencananya pada siang nanti Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal akan turut menyampaikan orasi terkait perjuangan buruh yang belum direalisasikan pemerintah.

Sebelumnya Said Iqbal bersama Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani sudah bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo di Istana Bogor.

Pada kesempatan itu mereka telah menyampaikan aspirasi buruh secara langsung kepada Jokowi.

Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar