Saksi: Ledakan septic tank Cakung serupa bom

id Ledakan septitank, Jaktim, saksi mata, cakung

Saksi: Ledakan septic tank Cakung serupa bom

Saksi mata kejadian ledakan septitank di Perumahan Kapling O Cakung, Jakarta Timur, Safi'i, memperlihatkan dokumentasi foto korban supir septic tank yang tewas di rumah tetangganya, Selasa (5/11/2019). ANTARA/Andi Firdaus/aa.

Jakarta (ANTARA) -
Saksi mata menyebutkan ledakan septic tank di rumah warga Kapling O RT16/RW03, Kelurahan Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur, Senin (4/11), serupa bom.
 
"Radius suaranya bisa sampai 20 meter. Tanah di rumah saya sampe bergetar sekitar 2 sampai 3 detik," kata saksi mata, Safi'i, di Jakarta, Selasa siang.
 
Pria yang berprofesi sebagai mekanik mesin motor itu tinggal di
RT16 RW03 Kampling O yang berjarak dua rumah dari lokasi kejadian.
 
Ledakan septic tank yang terjadi sekitar pukul 11.55 WIB itu membuat warga sekitar panik karena suara dan getarannya serupa dengan ledakan bom.
 
"Saya lagi makan saat kejadian. Pas buru-buru saya cek, ternyata yang meledak septic tank di ruang parkir mobil rumah Pak Agus Sholeh," katanya.
 
Syafi'i melihat, ruang parkir mobil mengalami kerusakan pada bagian plafon, ubin yang hancur, kaca rumah pecah serta kaca mobil di bagian samping yang pecah akibat ledakan.
 
"Mobilnya jenis Toyota Fortuner diparkir di sisi jalan depan rumah. Ada puing yang mental dan kena kaca," katanya.

Baca juga: Supir sedot WC tewas dalam insiden ledakan septic tank di Cakung

Baca juga: Pemda butuh upaya ajak warga Tanjung Duren Utara hidup sehat

Baca juga: Tangki septik mulai dipasang untuk warga Tanjung Duren Utara
 
Seorang supir jasa sedot WC berinisial S meregang nyawa saat terjadi ledakan lubang septic tank di rumah konsumennya.
 
"Korban berinisial S (44) seorang supir tewas di tempat dan menderita luka bakar di wajah," kata Kanit Reskrim Polsek Cakung AKP Tom Sirait.
 
S terhempas ledakan hingga terperosok ke lubang septic tank dan tertindih puing barton.
 
Korban tewas saat dilarikan ke Rumah Sakit Jayakarta.

Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar